“Happiness can’t be far behind a grateful heart, and a peaceful mind” (Kebahagiaan tidak akan jauh dari hati yang bersyukur dan pikiran yang damai).
Kuncinya: mau kel uar dari kepompong nyaman diri.
Mereka yang disebut baik dan bahagia adalah seperti orang Samaria, ‘srawung lan tetulung’, membuka diri dengan sekitarnya dan mau mengulurkan tangan kepada siapa pun.
Itulah ‘Pemaknaan Pertobatan dalam pertemuan APP ke 4.
Memperkokoh iman.
Dengan srawung dalam doa-doa lingkungan, selain memperkuat iman juga memperkuat kemauan untuk secara kreatif membantu sesama.
“Saya tak punya uang, karena saya juga ‘sèkèng’ secara ekonomi, maka saya sumbang tetanggaku dengan sedikit tenagaku yang tersisa,” ujar Bapak tua yang dengan gerobak tuanya membantu seorang janda tua meringankan bebannya. Semangat Samarianya membuat orang ini ‘srawung lan tetulung’, menolong dalam kerapuhannya sendiri, sehingga saat tidak lagi kuat hidupnya dia sudah jadi berkat.
Salam sehat.
Jlitheng

