Simply da Flores
…
1.
Lelah berkelana merajut mimpi
terbang mengepak sayap angan
Coba merajut helai angin di kanvas angan
Dambakan membangun istana di pelataran awan
Padahal…
telapak kaki menginjak debu tanah
diberi nafas dan makan minum
“Aku masih ada dan jadi di sini”
2.
Aku berhenti dan berteduh di sini
di sudut sepi makna bersandar galau
terkapar di hamparan sampah imajinasi
Di awal senyap gulita malam
Aku berlutut dalam tanya
menatap wajah langit bisu
kelam lengang tanpa bulan dan bintang
Tangan gulita membelai resah sanubari
lalu menyuruh aku tundukkan kepala
dan mencium debu tanah
“Aku malu dan tak tahu berkata apa”
3.
Dalam rapuh jiwa raga
kurebahkan segala daya apa adanya
coba memeluk Ibu Bumi Pertiwi
yang sangat mengasihi pribadiku
Meskipun …
sering kuinjak doanya dan abaikan cintanya
“Ternyata…
aku tak bisa lari dari pelukannya
aku tak pernah berpisah dari rahimnya
Aku lahir, hidup, dan mati di bumi
Aku tercipta dari debu tanah”
4.
Debu tanah sungguh dasyat
seluruh hidupku tergantung padanya
Ibu Bumi
sedemikian agung bermakna
Dari padanya aku lahir
Dalam kemurahannya aku hidup
Kembali padanya jasadku menyatu
Saat ini…
aku dikembalikan pada kesadaranku
untuk mengenal hakikat diri
untuk memahami fakta pengalamanku
untuk tahu berterima kasih dan bersyukur
kepada debu tanah Ibu Bumi
5.
Aku belajar pada debu tanah
yang menggugatku dengan satu tanya sederhana
“Berapa menitkah kau berikan perhatian
kepada debu tanah Ibu Bumi dan Bapa Langit
dalam setiap 24 jam sehari”
Aku terdiam dan bingung menjawab
karena memang sangat jarang peduli
Rupanya
karena terlalu sering mendapat kasih debu tanah
karena selalu dicintai Ibu Bumi
maka aku abaikan dan menganggap biasa-biasa saja
6.
Ketika perlahan kubangun dan duduk
mencoba berdiri dan pergi
Ibu Bumi meniup ubun-ubunku
sambil menandai debu tanah di dahiku
Lalu disematkan satu amanah pada dada jiwaku
untuk menyadarkan pikiran diri setiap hari
“Hai anakku…
setiap hari engkau dapat gratis 1440 menit atau 24 jam
Gunakan satu menit saat bangun membuka kesadaran
dan 1 menit saat menutup mata untuk tidur
Haturkan terima kasih dan syukurmu
kepada Ibu Bumi dan Bapa Langit
kepada saudara-saudari isi alam
dan kepada sesama saudaramu manusia”

