Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Laksana air mengalir
tiada henti,
demikian pun hakikat
dari kasih sejati itu.”
(Didaktika Hidup Sejati)
Air Mengalir tiada Henti
Pernahkah di suatu kesempatan, Anda melihat, bahwa ada batang air sungai yang mengalir menuju ke tempat yang lebih tinggi? Tentu tidak! Karena sejak semesta berahmat ini tercipta, air senantiasa mengalir hanya menuju ke tempat yang lebih rendah, dan akan terus mengalir tak henti.
Ia akan selalu mencari dan terus akan mencari, ke mana harus berlangkah. Dalam sunyi, air tak pernah menuntut dan mengeluh mohon agar dirinya dipedulikan dan dihormati. Itulah hakikat dasar sejati dari sifat air nan mengalir.
Uniknya Mata Air di Pegunungan Alpen
Dikisahkan, bahwa di Biara Moulbronn di pegunungan Alpen, Austria terdapat mata air yang sangat unik. Ia justru mengalir ke luar dari sisi sebuah bukit, lewat sebatang pohon yang rongga dalamnya sudah dikosongkan, sehingga berfungsi sebagai pipa. Dengan suara gemericik air mengalir ke dalam sebatang pohon lainnya lagi yang juga bagian dalamnya sudah dikosongkan pula.
Di dekatnya tertulis tiga buah untai kalimat dalam bahasa German:
(1) Bila orang datang ke mari dan meminum air ini, apakah kamu kira mereka akan berterima kasih kepada saya?
(2) Tapi tidak apa-apa, saya, akan terus mengalir dan bergemericik sambil terus bernyanyi.
(3) Betapa indah dan sederhananya hidup ini: saya akan memberi dan terus memberi.
(Michaels Kalendor)
1500 Cerita Bermakna
Tiga Butir Mutiara dari Ketulusan Sifat Air
- Air tidak membutuhkan dan mengharapkan ucapan terima kasih dari Anda.
- Air berjanji bahwa, dia justru akan terus mengalir dan bernyanyi.
- Air sungguh menyadari, bahwa betapa indah dan sederhana hidupnya, hanya karena ia terus memberi.
Filosofi Agung dari Air
“Semoga hidupmu akan terus mengalir laksana air,” filosofi dari negeri tirai bambu, Cina.
“Air itu tak pernah akan mengalir ke atas bukit, ia pasti akan merunduk dan menuju ke tempat yang lebih rendah,” filosofi kerendahan hati.
“Air pandai beradaptasi dengan lingkungan yang dimasukinya,” filosofi dari sifat kelenturan dan penyesuaian diri.
“Air memiliki sebuah komitmen dasyat nan abadi,” bahwa akan terus memberi.
Apakah Kita Memiliki Sifat-sifat Air?
Dengan Cara-cara yang Bagaimana?
- Memberi dan tidak menuntut balasan.
- Menjaga, memelihara, dan merawat keasrian lingkungan hidup.
- Berkomitmen untuk terus memberi.
Itulah sejumlah senjata pamungkas dari pribadi manusia bermartabat.
…
Kediri, 27 Maret 2025

