Saat ini kita berada di pertengahan perjalanan rohani masa Prapaskah. Kita merasa lebih baik dari hari-hari sebelumnya, atau makin buruk? Jika makin baik, dilanjutkan dan kian semangat. Sedangkan yang merasa makin buruk, itu tidak boleh loyo dan patah semangat, karena ada waktu untuk memperbaikinya. Tidak ada kata terlambat untuk suatu niat perubahan hidup yang lebih baik.
Minggu ke-3 Prapaskah ini adalah Minggu untuk masuk ke dalam pengalaman hati Yesus.
Yesus telah memberikan contoh. Dia tidak patah semangat, ketika ditolak di Nasaret, kampung halamannya. Justru Dia menyampaikan hal-hal yang baik untuk menyadarkan mereka dengan cerita yang melegenda tentang pengalaman Nabi Elia dan Elisa. Pada kedua kisah itu, cerita tentang seorang janda di Sarfat dan Naaman, si kusta dari Syria mau menegaskan, agar kita berhari-hati tidak asal menolak karya besar Tuhan.
Penolakan pada setiap pribadi itu memberikan makna yang berbeda dan meninggalkan pengalaman yang berbeda pula.
Ada orang yang menerima penolakan itu langsung bereaksi dengan emosi, kemarahan, dan sumpah serapah.
Ada yang mendapatkan penolakan, lalu pergi dan tidak kembali lagi.
Ada yang mendapatkan penolakan, tapi tetap ada di situ, tapi tidak berbuat banyak.
Ada pula yang benar-benar ditolak, tapi tetap bertahan. Sebab dia ingin mengubah kebiasaan-kebiasaan, sikap, dan hati yang buruk itu dengan perilaku dan hati yang baik.
Pada dasarnya semua manusia itu baik, karena diciptakan Tuhan itu baik, dan harus hidup untuk kebaikan. Jika berubah jadi tidak baik? Karena ada pengalaman sebelumnya yang mempengaruhi atau ia dipengaruhi oleh orang-orang yang tidak baik, sehingga pandangannya jadi sama, meskipun sekadar ikut-ikutan.
Tetaplah bertahan saat ditolak. Milikilah tekad yang kuat untuk bisa tetap hidup dan bertahan dengan mereka yang menolak. Ajari sedikit demi sedikit mereka yang menolak itu dengan kebaikan, pandangan dan contoh yang baik. Tunjukkan kepada mereka yang menolak, bahwa jika mereka menolak orang yang baik, maka mereka kehilangan kesempatan yang berharga, karena berkat itu sudah di depan mata.
Tetaplah bertahan untuk jadi pribadi baik dan hidup berkenan bagi Tuhan.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

