Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Dibutuhkan sosok
pemikir, visioner, dan
pemberani sejati agar
dapat bersikap drastis,
sehingga mudah
menemukan jalan ke luar
dari kepelikan hidup.”
(Didaktika Hidup Sadar)
Hidup adalah suatu Perjuangan
Orang berbahasa Latin mengenal adagium “Vivere militare est,” Hidup adalah suatu perjuangan. Ya, kita semua tentu bersepakat dengan kebenaran dari adagium itu. Mengapa kehidupan kita justru diidentikan atau bahkan terus dililiti oleh problema?
Apakah itu sebuah suratan nasib? Ataukah justru karena kelalaian dari sifat manusia itu sendiri? Ketika kita hanya bersandar pada suatu keadaan dan bersikap pasif, maka problema hidup itu justru kian meliliti kehidupan kita. Sehingga kita sangat membutuhkan sosok pribadi yang mampu bersikap realistis dan drastis.
Legenda Nyentrik dari Yunani Kuno
Adalah sebuah legenda dari negeri Yunani, Firgik, Asia Kecil “kisah ikatan atau simpul Gordia,” yang berkaitan dengan Raja Alexander Agung.
Hal ini sebagai sebuah kiasan untuk masalah pelik (sebagai ikatan atau simpul yang tidak memungkinkan untuk dapat diselesaikan secara mudah dengan menemukan cela atau berpikir kreatif untuk memotong ikatan Gordia).
Legenda ini kian terkenal justru, karena pada tahun 333 SM, datanglah Alexander Agung dengan pasukannya ke Provinsi Persia. Di saat itu kereta perang itu masih terikat dan berada di situ.
Sungguh, Raja visioner itu sangat tertarik akan legenda itu. Dia berusaha untuk melepaskan simpul itu. Setelah beberapa waktu mengalami kesulitan, ia lalu menghempaskan pedangnya dan segera membuka simpul itu.
Peristiwa ini sangat dikenal sebagai sebuah cara berpikir “Out of box” (itulah ungkapan yang digunakan hingga kini).
Dalam legenda itu dikisahkan, setelah kejadian itu terjadilah badai sangat dasyat dan diyakini, bahwa para dewa merasa senang dengan keberanian itu. Kelak Alexander Agung mulai meraih kemenangan demi kemenangan.
Sejak peristiwa itu, muncullah ungkapan, “Memotong Simpul Gardia,” sebagai sebuah cara menemukan jalan ke luar yang cepat dan drastis dari suatu masalah yang pelik.
Tantangan Menghadapi Hidup
Sungguh, dalam hidup ini kita menghadapi banyak tantangan. Bahkan kita seolah-olah sudah terbuai dengan slogan, bahwa hidup itu tidak ringan alias penuh tantangan. Dari situ lalu kita segera tertidur.
Kita Takut dan Sulit untuk Memotong Simpul Hidup
Dari sebuah kesulitan, maka lahirkan sikap enggan untuk bersikap dan berpikir kreatif serta kritis. Dari situ, lahirlah sikap ‘nrimo’ alias ‘pasrah’ pada suatu keadaan yang seperti apa adanya. Sudahlah!
Mengapa kita sangat enggan dan takut untuk bersikap?
- Apakah kita takut pada sebuah luka lama agar tidak kembali berdarah?
- Ataukah kita justru sengaja bersembunyi di balik problema itu?
- Ataukah kita tidak bersikap kritis dan kreatif dalam berpikir serta bersikap?
- Ataukah kita takut kelak akan dicap sebagai pahlawan kesiangan?
Siapakah sang Pemberani itu?
Dalam konteks nan pelik dan konyol ini, justru kita sangat membutuhkan figur-figur pemberani yang bersikap visioner : tulus, jujur, lurus, dan rendah hati. Itulah aneka amunisi berupa kekuatan batin yang maha dasyat sebagai potensi agung di dalam diri seorang manusia agung.
Mari kita berani bersikap untuk berdarah-darah demi membuka simpul-simpul yang mengikat kreativitas hidup kita!
…
Kediri, 25 Maret 2025

