Jika mempunyai kecenderungan meragukan, meremehkan, dan tidak mudah percaya, maka di pikirannya itu akan sulit ditemukan hal-hal positif. Sebaliknya isi otaknya penuh hal negatif.
Tanpa disadari, hal ini sering terjadi dan mudah dideteksi. Yang paling gampang adalah dari yang diungkapkan itu: lisan atau tertulis. Di balik yang terungkap itu nampak ungkapan yang menyepelekan, merendahkan, meragukan dan tidak percaya. Tipe orang seperti ini paling menjengkelkan.
Jadi, belajarlah untuk bisa mengapresiasi yang baik. Itu positif untuk keduanya, baik yang memberi maupun yang menerima. Untuk menyemangati. Jika mau mengkritik, bisa bicara empat mata: dialog; dikomunikasikan!
Sekarang yang harus dikembangkan adalah kepekaan mata, telinga dan batin kita. Hal ini benar-benar bisa membantu untuk mengenali seseorang.
Setelah kita mengenali, kita harus bijak memilih kata-kata dan ungkapan-ungkapannya.
Karena itu yang terus-menerus kita kembangkan adalah apresiasi positif. Kita melihat, setiap pribadi yang diapresiasi itu tambah bersemangat! Tentunya semangatnya itu akan berdampak positif bagi yang lain.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

