Luk 13: 1-9
“Jika pagi ini Anda mendapati dirimu masih hidup dan bernafas, ingatlah, bukan karena Tuhan membalas jasa atau kesucianmu, melainkan Ia memberimu kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki hidupmu sebelum menghadapi pengadilan Ilahi. Singkatnya: Hanya kehidupan yang memberimu ruang untuk pertobatan, karena kematian akan memasukkanmu ke ruang pengadilan.”
Kebaikan hati Allah memberi waktu dan kesempatan untuk sesal, tobat, dan berubah itu nampak dalam Injil hari ini: “Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”
Inspirasi Firman bagi kita adalah:
1) Hidup itu adalah anugerah dan kesempatan untuk bertobat dan berbuat baik;
2) Hitung mundurlah waktu hidup dan perlakukanlah setiap hari sebagai kesempatan terakhir hidup di dunia ini agar Anda bisa membangun hidup suci dan tidak pernah berhenti berbuat baik;
3) Pengadilan Ilahi adalah hukuman bagi para pendosa yang tidak mau bertobat. Tapi bisa dihindari, jika kita bertobat, hidup suci, dan berbuat baik selama hidup yang terberi kepada kita.
Ingatlah selalu kata-kata Yesus kepada Sta. Faustina: “Sebelum Aku datang dengan pedang keadilan, maka Aku menawarkan kepadamu samudra kerahiman Ilahi.” Pertobatan adalah alat renang terbaik di dalam samudra kerahiman Ilahi itu.
…
Monsignor RD Inno Ngutra

