Banyak yang terjebak, mau berbuat baik, tapi ditunda. Biasanya ungkapannya adalah “saya ingin .…” Tapi tidak diwujudkan. Lalu di belakangnya dibuat alasan ini dan itu, supaya bisa diterima oleh yang dijanjikan.
Banyak dari antara kita, jika mau berbuat baik, langsung dilakukan dan spontan. Karena mempunyai waktu di tengah kesibukannya, dan diwujudkan. Dia mempunyai suatu yang dapat diberikan diberikan. Dia mempunyai kasih untuk diungkapkan. Biasanya orang yang seperti ini, sudah biasa berbuat baik, dan tidak pernah menundanya.
Kebaikan yang ditunda itu tidak berbuah apa-apa, kecuali hanya janji semu; palsu. Bahkan kebaikan yang ditunda itu bisa melunturkan pengharapan.
Karena itu lakukan kebaikan dengan cepat, dan tidak ditunda. Jangan memberikan janji-janji yang semu untuk mereka yang menantikan uluran kebaikanmu. Sebab, menunda kebaikan itu tidak baik.
…
Macau, 23 Maret 2025
Rm. Petrus Santoso SCJ

