“Hidup dalam terang, semua jadi terlihat benderang, karena tidak ada yang disembunyikan.” -Mas Redjo
…
Untuk jadi baik dan hidup dalam terang itu tidak harus dilakukan revolusi mental secara serentak, terstruktur, serta sistematis. Tapi yang utama dan penting adalah perubahan itu dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.
Resepnya juga sangat sederhana dan gamblang, yaitu hidup jujur dan benar. Jika ya, dikatakan ya. Tidak, dikatakan tidak. Berani, karena kita jujur dan benar.
Berani hidup secara jujur dan benar itu pilihan serta anugerah Tuhan. Orang jujur itu dikasihi-Nya. Orang benar itu berasal dan pilihan Yang Maha Benar.
Ketika memutuskan hidup jujur dan benar itu tidak sekadar pilihan, tapi harus dihidupi dengan komitmen teguh dan setia dalam iman agar cahaya hidup kita makin bersinar benderang.
Kita tidak bersikap kamuflase atau abu-abu sekadar menyenangkan orang lain, atau mencari aman dan selamat. Ketika kita menghadapi tantangan, tekanan, dan intimidasi dari mereka yang berbuat curang. Sebaliknya kita tetap teguh kokoh laksana batu karang dalam menghadapi gelombang godaan si Jahat.
Senjata andalan untuk menghadapi si Jahat adalah sikap rendah hati, karena si Jahat nan sombong itu tidak mampu melakukannya.
Terus menerus mengingatkan dan mendoakan tulus hati agar mereka yang jahat itu sadar untuk bertobat dan jadi pribadi baik serta hidup berkenan bagi Tuhan.
Sejatinya pribadi yang hidup dalam terang itu dilimpahi sukacita. Hidup tentram dan damai yang bermuara di hati yang tulus ikhlas.
Hidup sebagai penerang adalah hidup untuk berbagi hal-hal baik dan positif. Ibarat lilin yang rela berkorban untuk mengusir gulita. Kita sebagai penerang, karena diutus untuk jadi saksi-Nya.
Jadilah terang dunia! Alleluya!
…
Mas Redjo

