”… Ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka” (Luk 15: 12b).
Injil hari ini merupakan salah satu perikop terkenal yang menggambarkan misteri kerahiman Allah. Ditampilkan kepada kita, si bungsu, yaitu anak yang menghabiskan berkat dari Bapanya, berupa warisan, untuk memuaskan keinginannya yang tidak baik. Bersamaan dengan dia, ada si sulung, yaitu anak yang loyal kepada Bapanya dengan melakukan yang jadi kehendak Bapanya. Satu hal yang jadi kesamaan dari keduanya (si bungsu dan si sulung) ialah, bahwa mereka memperoleh cinta yang penuh dari Bapanya.
Kita sebenarnya berada dalam status yang sama dengan keduanya, yaitu kita memperoleh cinta yang penuh dari Bapa, berupa warisan keselamatan melalui Yesus Kristus. Sekarang persoalannya adalah, bagaimana kita menanggapi dan menggunakannya. Apakah kita menjaga warisan Bapa ini melalui hidup doa dan sakramental yang baik? Atau sebaliknya, kita menjual dan membuangnya demi keinginan yang tidak baik? Bila saat ini kita sedang menjaganya, maka berbahagialah. Mari kita terus berusaha untuk menjaganya. Bila sebaliknya, mari kita pulang kembali kepada Bapa. Rangkulan (pelukan) kerahiman-Nya menanti kita.
Sr. M. Juanita, P. Karm
Sabtu, 22 Maret 2025
Mi 7: 14-15.18-20 Mzm 103: 1-4.9-12; Luk 15: 1-3.11-32
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

