Mat 21: 33-43. 45-46
“Keserakahan itu tidak sekadar sebuah keinginan, tapi ketidakpuasan terhadap yang telah dimiliki, sehingga terus menerus ingin memiliki lebih atau dengan kata lain kecintaan yang berlebihan terhadap hal-hal duniawi seperti harta, uang, dan kenikmatan lainnya.”
Sifat serakah manusia itu digambarkan secara jelas dalam Injil hari ini: “Ketika penggarap-penggarap itu melihat anak itu datang, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya jadi milik kita” (ayat 38).
Pelajaran penting bagi kita adalah:
1) Dunia menawarkan berbagai kenikmatan manusiawi yang harus dirasakan, tapi iman membatasi hatimu;
2) Keserakahan itu menghancurkan banyak orang, namun pada gilirannya akan menyengsarakanmu;
3) Kontrol dan batasi keinginanmu sebelum berubah jadi keserakahan yang akan memenjarakanmu.
Akhirnya ingatlah, bahwa keserakahan itu menuntunmu kepada jurang kehancuran melalui pasar kenikmatan duniawi.
Monsignor RD Inno Ngutra

