Bapa Surgawi, dalam Injil hari ini, Yesus memanggil para pengikut-Nya dan kami, untuk melihat melampaui yang tampak dan memperhatikan dengan saksama yang sungguh penting. Ia mengakui otoritas para ahli Taurat dan orang Farisi, dengan berkata, “Lakukanlah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka katakan kepadamu.” Namun, Ia juga mengingatkan kami untuk tidak meniru tindakan mereka.
Yesus mengingatkan, bahwa otoritas tidak menjamin kekudusan. Bahkan di zaman kini, orang kadang bergumul dengan integritas para pemimpin agama. Namun seperti yang diajarkan Santo Agustinus, kelemahan seorang Imam tidak mengurangi kekuatan sakramen. Ekaristi, pengampunan dosa, dan perjanjian pernikahan tetap sah, karena semuanya berasal dari-Mu, bukan dari kesempurnaan manusia.
Apa yang sungguh membuat Yesus sedih? Yaitu cara beberapa pemimpin agama membebani orang lain dengan hukum dan aturan yang berat sambil meninggikan diri mereka sendiri. Bukannya menuntun orang kepada-Mu, melainkan mereka mencari status dan pengakuan. Kesombongan mereka jadi penghalang bagi iman.
Putra-Mu menunjukkan kepada kami jalan yang berbeda. Kebesaran sejati itu terletak pada pelayanan. Artinya, kami harus memikul beban orang lain, mengangkat mereka, tidak membebani mereka. Artinya, kami tidak mencari persetujuan manusia, tapi kasih karuniaMu.
Yesus mengajarkan, bahwa “barang siapa meninggikan diri, ia akan direndahkan, dan barang siapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” Inilah jalan kerendahan hati: jalan yang tidak menuntun pada kelemahan, tapi pada kebebasan sejati. Sungguh betapa capai untuk terus memuaskan ego kami yang tiada habisnya! Namun, betapa membebaskannya untuk berserah, untuk mengakui, bahwa hanya Engkaulah Tuhan.
Bapa, bantulah kami untuk hidup sebagai hamba-Mu yang rendah hati, untuk mengenal, mengasihi, dan mengikuti-Mu lebih banyak setiap hari. Penuhi hati kami dengan terang Kristus, agar kami dapat melayani orang lain dengan ketulusan dan kasih karunia.
Semoga Prapaskah ini jadi waktu perubahan, iman, dan penyerahan diri. Ajari kami untuk berjalan dalam kerendahan hati Yesus, Tuhan kami. Amin.
☘HD☘

