“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati” (Luk 6: 36).
Kita tidak bisa menyangkal, bahwa Allah itu murah hati. Saat penciptaan, Allah telah menunjukkan kemurahan hati-Nya dengan memberikan seisi dunia untuk dikuasai oleh manusia. Ketika manusia pertama jatuh ke dalam dosa, Allah juga tidak membinasakan mereka. Ketika manusia terus memberontak, Allah tetap bermurah hati dengan terus mengutus nabi-nabi-Nya, sampai akhirnya anak-Nya diutus untuk menebus dosa manusia.
Sebagai citra Allah, selayaknya kita jadi pribadi yang murah hati. Memberi pada orang lain sesuai dengan haknya merupakan suatu keadilan, tapi murah hati berarti memberikan pada orang lain melebihi yang seharusnya ia terima. Misalnya, tetap berbuat baik kepada mereka yang menyakiti atau berbuat buruk kepada kita; menolong orang yang mungkin tidak dikenal, atau memberikan kesempatan terhadap mereka yang sudah dinilai buruk oleh orang banyak.
Dalam masa Prapaskah ini, kita diajak belajar untuk lebih bermurah hati. Kita yang telah menerima kemurahan hati Allah yang amat besar lewat berkat dan pengampunan-Nya yang tidak terbatas, juga sudah sewajarnya bermurah hati terhadap sesama.
Laurentia Vonny
Senin, 17 Maret 2025
Dan 9: 4-10 Mzm 79: 8-9.11.13 Luk 6: 36-38
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

