“Teguhkanlah hatimu, imanmu telah menyelamatkan engkau” (Matius 9: 22).
Sebuah jawaban yang sudah ditunggu selama 12 tahun oleh wanita tersebut. Hari yang baik itu akhirnya terjadi. Kesembuhan itu datang. Kemenangan dan pembebasan itu diberikan. Semua itu bersumber dari iman yang amat sabar. Isi doa dari yang mengalami penderitaan, “Jika saja aku dapat menyentuh jubah-Nya, aku akan sembuh” (Matius 9: 21). Mukjizat itu terjadi!
Para sahabat, di tengah kemalangan yang dinantikan oleh wanita itu adalah hari yang baik.
Dalam pengalaman sakit itu yang dirindukan oleh yang bersangkutan adalah segera sembuh.
Di tengah penderitaan panjang itu yang diminta oleh si sakit adalah hari kemenangan dan pembebasan.
Ada satu lagu yang jadi favorit saya, judulnya “Kemenangan Terjadi di Sini.” Jika lagu itu dinyanyikan, saya merasakan kehadiran Yang Kudus dalam hidup ini. Jika lagu itu saya jadikan bahan doa untuk para sahabat, maka satu per satu dari sahabat yang sedang menghadapi masalah, sakit, menderita, dan menghadapi kemalangan itu saya bawa dalam lagu penyembahan yang dinyanyikan. Intinya, bernyanyi dan berdoa dengan penuh iman untuk menantikan jawaban dari Tuhan.
Hanya ada “Ya dan Amin”, ketika mukjizat itu terjadi pada kehidupan kita.
Hanya ada “Ya dan Amin”, ketika Tuhan melihat dan memandang kita penuh kasih.
Hanya ada “Ya dan Amin”, ketika kita berdoa dalam iman. Pemazmur mengatakan demikian, “Tuhan, sudi dengarkan rintihan umat-Mu.”
Para sahabat, sekarang ini, banyak orang yang berdoa dan menantikan datangnya hari baik, kesembuhan, kemenangan dan pembebasan itu. Semua itu akan terjadi, karena mukjizat-Nya nyata.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

