Petrus berkata kepada-Nya: “Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini” (Luk 9: 33b).
Dalam hidup, kita sering kali mencari kebahagiaan dalam hal-hal yang tampak di luar diri kita. Dalam Lukas 9: 28-36, kita diajak untuk mendengarkan dan melihat kebahagiaan yang lebih bermakna.
Saat Yesus menghadap ke Gunung Tabor dan berdoa, wajah-Nya bersinar dipenuhi kemuliaan. Petrus, Yohanes, dan Yakobus yang menyaksikan peristiwa itu terpesona. Mereka mendengar suara Allah Bapa, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, dengarkanlah Dia.”
Perikop ini mengajak kita untuk merenungkan, bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya datang dari yang terlihat, tapi dari mendengarkan suara Tuhan yang memanggil kita untuk hidup dalam kasih dan kebenaran. Kebahagiaan sejati ditemukan dalam kedekatan dengan Tuhan. Bukan dalam kesenangan duniawi, melainkan intimasi dengan-Nya.
Salam Roh Kudus. Tuhan memberkati.
Rm. Brendan, CSE
Minggu 16 Mar 2025
Kej 15: 5-12.17-18 Mzm 27: 1.7-9.13-14 Flp 3: 174:1 (Panjang) atau Flp 3: 20-4:1 (Singkat) Luk 9: 28b-36
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

