Ada orang buta dengan obor bernyala berjalan menyusuri lorong yang gelap di malam hari. Dengan obor di tangan, sebenarnya ia tidak bisa membedakan antara gelap dan terang. Sama saja semua gulita.
Seseorang melabeli si buta itu dengan sebutan dungu. Dalam perspektif orang yang tidak buta, orang buta pembawa obor di malam hari itu, dungu dan sia-sia.
“Dengan obor itu, apakah saudara bisa melihat cahaya?”
Silahkan terka, apa jawaban si buta itu?
Jawaban anda akan melukiskan level belarasa Anda. Jika jawaban Anda mirip jawaban si buta, maka level belarasa Anda tinggi, dsb.
Salam sehat.
…
Jlitheng

