Mat 5: 43-48
“Harusnya kita jadi malu, ketika fakta hidup menampilkan, bahwa banyak kejahatan, korupsi, perang dan pembunuhan dilakukan oleh manusia yang beragama.”
Masih segar dalam ingatan ini, ketika ada orang-orang beragama di Bandung yang sedang berpuasa, namun pada saat yang sama berdemo dan melarang umat Katolik yang merayakan Rabu Abu. Yesus membandingkan kita umat beragama dengan mereka yang tidak beragama, ketika Ia bersabda: “Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?” (ayat 47).
Pelajaran penting yang bisa dipetik dari sabda Tuhan adalah:
1) Tunjukkanlah kebaikan yang Anda lakukan sebagai umat beragama, sehingga orang lain percaya, bahwa, karena agamamu itu engkau lebih baik daripada mereka;
2) Jangan pernah membela Tuhan dan agamamu dengan cara kekerasan dan tidak terpuji yang hanya merusak citra agama yang Anda anut;
3) Tunjukkan rasa kemanusiaan yang lembut dan memesona sebagai ekspresi dari iman dan keyakinanmu.
Akhirnya sadarlah, bahwa betapa memalukan setiap kejahatan yang dilakukan oleh umat beragama, karena yang melakukannya adalah orang beragama yang tidak ber-Tuhan.
Monsignor RD Inno Ngutra

