“Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan” (Mat 5: 25).
Masa Prapaskah yang kita jalani ini adalah masa pertobatan, perdamaian, persatuan, dan rekonsiliasi dengan sesama sebagai wujud nyata kita berdamai dengan Tuhan. Sabda Tuhan mengingatkan kita untuk berdamai dengan sesama terlebih dahulu sebelum kita mempersembahkan kurban di Altar. Oleh karena itu, kita perlu berhati-hati dalam bersikap terhadap sesama. Jangan sampai ada kata-kata buruk yang ke luar dari mulut kita untuk menghina, mencaci- maki, dan menyakiti hati orang lain. Mulut kita sering jadi sumber dosa, bahkan bisa jadi alat pembunuh sesama, maka perlu dijaga.
Yesus mengajarkan kepada kita untuk berperilaku baik terhadap sesama, rela mengampuni, dan suka berdamai, karena yang kita lakukan terhadap sesama akan dilakukan pula kepada kita.
Dalam hidup bersama tuntutan Yesus memang tidak mudah, namun hal itu yang harus dilakukan agar kita jadi sempurna.
Ketika kita sungguh mau berdamai dengan orang yang menyakiti hati, maupun orang yang telah disakiti itu, kita akan merasakan sukacita.
Sr. M. Kathleen, P. Karm
Jumat, 14 Maret 2025
Yeh 18: 21-28 Mzm 130: 1-8 Mat 5: 20-26
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

