Hidup ini tidak semata tentang mengejar, mendapatkan, dan memiliki. Tapi juga tentang melepaskan dan mengikhlaskan dengan damai kelekatan pada harga diri yang berlebihan.
Sebagai abdi Tuhan, sering kita ditantang dengan ajakan yang terasa melawan logika, tapi mengandung kebenaran yang amat dalam; seperti: “Siapa ingin menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya.”
Senada dengan itu, “Siapa pun yang ingin mengejar nama, justru di lupakan.” Lupakan nama, belalah rasa sesama.
Roh belarasa itu ada di sini: meredakan cerita indah nan megah, dengan mengutamakan tindakan nyata, yang membuat belarasa itu makin dirasa oleh mereka yang jarang dibela rasanya.
Dengan cara demikian pasti tidak dilupakan.
Salam sehat.
…
Jlitheng

