Simply da Flores
…
1.
Perempuan itu mempunyai seribu nama
mengembara siang dan malam
mengendarai waktu mengejar mimpi
Ia ingin bermahkota purnama dan bersinggasana matahari
serta bergaun jutaan bintang
Kakinya menginjak planet-planet semesta
dikawal sejuta pasukan naga
Dia memeluk waktu dan menari sambil bernyanyi
Alam jagat semesta tak mampu menghentikannya
Segenap anak generasi manusia ada dalam bola matanya
juga di kedua telapak tangannya
2.
Kemarin kutemui di pesisir pantai
Dia bermain ombak dan menghitung butiran pasir
Kepada buih gelombang ia berbisik
“Aku akan mengajari pasir bernyanyi dan menari
diringi alunan musik samudra
Pentaskan sukacita terima kasih pada angkasa
Tampilkan kegembiraan syukur pada jagat raya”
Lalu ia terbang bersama angin
entah ke mana dan kapan bisa bertemu lagi
3.
Malam ini kujumpai dia
duduk rehat di pelataran imajinasiku
Dia bertakhta di atas singgasana mentari
Kepalanya bermahkota pesona purnama
Bergaun indah gemerlap sejuta bintang
Wajah dihiasi warna-warni pelangi
Dia sedang merajut mimpi
dan menenun rindu damba
Lalu wajahnya menatap Sang Maha Cahaya
tanpa suara tetapi mengalir berjuta kata mantra
tak mampu kutangkap dialog penuh misteri
antara perempuan dan Sang Maha Cahaya
4
Aku takjub diam seribu bahasa
hening menepi di pelataran jiwa
lalu terlelap dalam seribu tanya
Dan
ketika terbangun dari kelana kehampaan
Kulihat perempuan itu melahirkan jutaan putra-putri cahaya
dikawal sepasang naga
Mereka berlari ke delapan penjuru bumi
untuk penuhi dunia dan merubah zaman
Karena aneka polusi telah mencengkram jiwa raga
sehingga generasi yang hidup lupa harkat martabat pribadi
di hadapan sesama, arwah, alam semesta, dan Sang Pencipta
5.
Aku terbangun dalam kagum dan gentar
tak mampu lagi rinduku bertanya
tak sanggup lagi dambaku ingin tahu
tentang siapa dan apa perempuan itu
Entah ini cuma untaian sosok ilusi
Entah ini hanya satu imajinasi
Entah ini hanya sebuah mimpi
Apakah perempuan itu sajak tanya dalam kelana dambaku
Adakah perempuan itu secercah sinar dari misteri realitas
Mungkinkah perempuan itu doa dan air mata Ibuku
Ataukah perempuan itu adalah jawaban Sang Maha Cahaya
atas duka lara nestapa Ibu Bumi dan kaum perempuan?
Dan
kutulis saja sebagai ayat-ayat puisi ini

