Simply da Flores
…
1.
Berjalan perlahan dalam diam
Bulan mengantar senja merangkul malam
Pesona senja dikagumi di akhir hari
maka bulan purnama sabar menanti
karena pesonanya di pelukan malam
memancar dalam gulita kelam
Senja ini syahdu hening
Umat Islam menanti adzan berbuka puasa
Umat Katolik pun sedang menjalani puasa
Sedangkan senandung balada anak negeri
bergema mengejar derap waktu
Entah siang atau malam
Entah kapan mendapat jawaban terang
melerai air mata mengobati lara derita
2.
Malam semakin gelap menyelimuti jiwa
berbagai bencana terus melanda
Lara nestapa terus mendera anak bangsa
entah ke mana harus meminta
entah siapa yang bisa menolongnya
Bulan purnama semestinya terang benderang
namun kabut hitam dan hujan deras merenggut pesonanya
Entah kapan akan berhenti
Entah ke mana dia bersembunyi
Syair balada anak negeri sayup mengiris
“Dengar lagu kami anak-anak negeri
Lihat nasib kami, putra- putri bangsa
yang meraja didera derita yang tak bertepi
Ke mana lagi kami harus mengadu
Di mana lagi kami harus bertanya
Sampai kapan balada ini berakhir”
3.
Teringat cerita tempo doeloe
“Habis gelap akan terbitlah terang
Setelah malam pekat akan datang siang terang
Sesudah musim hujan deras
akan datang cerah bersinar”
Akankah kesadaran dan kejujuran datang
dari sosok pribadi rakus tamak
Mungkinkah pejabat busuk akan berhenti korupsi karena sadar sumpah jabatannya?
Wajah purnama masih tak tampak
karena malam makin gelap pekat kelam
Jiwa nurani terus diguyur hujan badai problema
Petir kilat balada disertai guntur protes keluh kesah terus menggelegar di seluruh negeri
Media sosial dibanjiri aneka berita paradoks
Rakyat kecil merana lara nestapa
Pejabat tamak rakus kaya berpesta pora dengan uang korupsi
4.
Ketika mahasiswa dan rakyat berdemo
dengan tagar “Indonesia Gelap”
Ada pejabat menjawab “yang gelap itu kalian”
Saat siswa dan pelajaran minta pendidikan gratis
Yang diharuskan progam Makanan Bergizi Gratis
Ketika masyarakat dambakan hukum yang adil
yang ditampilkan pejabat busuk dan budaya korupsi
masalah diatasi dengan masalah baru
Malam gelap hujan deras terus berlanjut
Rakyat menanti dalam gelap gulita lara nestapa
terasa makin galau dan merana
Banyak rakyat korban bencana alam dan pengangguran
Segelintir koruptor terus berpesta pora bangga
Purnama entah terkapar di mana
karena angkasa jiwa tetutup malam gelap
Bakar dan nurani buta ditelan bejat selera nafsu
5.
Ketika memaksa kesadaran manusia hampa
seperti terlunta dalam gulita malam
masih ada jutaan kata tanpa suara
dengan tak henti daraskan doa
Karena suara rakyat telah dikhianati
oleh pejabat busuk yang telah dipercaya
Mungkin ini semua peringatan semesta
bahwa bangsa ini lupa pada alam, leluhur dan pahlawan bangsa
Pejabat hanya ucapkan kata sumpah tetapi mengkhianati Allah Sang Pencipta
karena hanya andalkan nalar demi puaskan selera
Saatnya kembali dalam sanubari jiwa
sujud bertobat dan andalkan kuasa kasih Allah
Hanya Sang Pemilik Semesta yang tahu jawabannya
Kapan cahaya terang sinari jiwa raga
melerai segala bencana dan lara nestapa
Kapan waktunya Zamrud Kathulistiwa terus indah mempesona
Indonesia kita akan adil sejahtera
karena tak ada yang mustahil bagi Sang Maha Kuasa

