Membangun komunikasi yang mendalam melalui doa kepada Tuhan adalah hal yang sangat penting sebagai umat beriman. Tanpa semangat doa yang kuat, maka kita tidak akan mengenal secara lebih mendalam sejatinya Tuhan.
Hari ini kitab Nabi Yesaya dan Injil Matius mengajak kita untuk makin memahami firman Tuhan bekerja dalam hidup dan bagaimana seharusnya kita berdoa kepada-Nya. Dalam kitab Yesaya, Firman Tuhan digambarkan sebagai hujan dan salju yang turun dari langit yang membawa kesuburan bagi bumi. Firman itu tidak pernah sia-sia, karena membawa perubahan kepada siapa pun yang menerima firmannya. Artinya firman Tuhan itu penuh daya dan efektif dalam mengubah hidup dan dunia sekitar kita.
Firman Tuhan membawa perubahan kepada kita. Begitu juga doa yang diajarkan oleh Yesus jadi sarana yang menghubungkan kita dengan Tuhan. Yesus mengajarkan cara berdoa agar dalam berdoa itu bertele-tele seperti kebiasaan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Yesus menegaskan, bahwa Bapa mengetahui yang kita butuhkan sebelum kita meminta kepada-Nya. Doa yang sederhana, tapi penuh daya diajarkan oleh Yesus, yakni Doa Bapa Kami.
“Tuhan, ajarlah kami berdoa seturut kehendak-Mu dan senantiasa melaksanakan kasih-Mu dalam hidup kami sehari-hari. Ingatlah kami, jika Engkau datang dalam Kerajaan-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

