Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Hidup adalah waktu.
Hargai dan
bersyukurlah senantiasa
atas rahmat sang
waktu.”
(Didaktika Hidup Sadar)
Hidup itu sebuah Anugerah
Benar kata-kata kebijaksanaan, bahwa ‘hidup manusia adalah sebuah rahmat.’ Anugerah yang paling spesial dan indah.
Dialog Interisan
Ada pun tulisan imajinatif dan reflektif “Tempus Gratia Est”… Waktu adalah Rahmat.
Untuk itu, mari dengan cermat dan saksama kita mengikuti dialog interisan serta bermakna antara Tuhan dan Arwah.
Isi Koper
Arwah yang baru meninggal itu melihat Tuhan mendekatinya sambil menenteng sebuah koper.
Arwah : “Mengapa koq amat cepat. Saya masih memiliki banyak program hidup.”
Tuhan : “Maaf, waktumu sudah habis. Inilah giliranmu.”
Arwah : “Tapi, apakah isi koper itu?”
Tuhan : “Ini benda milikmu.”
Arwah : “Milik saya? Baju, uang, rumah, pangkat, dan jabatan?”
Tuhan : “Bukan. Barang-barang itu tidak pernah menjadi milikmu. Semua itu hanya pinjaman.”
Arwah : “Jadi apa itu. Ingatan dan kenangan?”
Tuhan : “Bukan. Itu milik waktu.”
Arwah : “Apakah itu bakat dan kesuksesan saya?”
Tuhan : “Bukan. Itu milik augerah.”
Arwah : “Apakah itu istri dan anak saya?”
Tuhan : “Bukan juga. Itu milik hatimu.”
Arwah : “Jika demikian, itu pasti tubuh saya.”
Tuhan : “Bukan. Tubuhmu itu milik debu tanah.”
Arwah : “Oh ya, jika demikian, itu jiwa saya.”
Tuhan : “Kamu salah besar. Karena jiwamu itu milik-Ku.”
Sesaat kemudian dengan berhati-hati Tuhan menyerahkan koper itu kepada Arwah.
Dengan kebingungan dan ketakutan koper itu diterima, lalu dibukanya. Tapi isinya kosong.
Dengan kecewa dan berlinang air mata, bertanyalah Arwah, “Maksud Tuhan, saya tidak pernah memiliki apa pun?”
Tuhan menjawab, “Ya, sangat benar. Sesungguhnya, kamu tidak mempunyai apa pun.”
Arwah : “Lalu, apa saja yang menjadi milik saya?”
Tuhan : “Hanya waktu. Sepenggal saat di mana Anda pernah hidup.”
(Dari berbagai Sumber)
Lewat refleksi dan permenungan panjang, kepada kita yang hidup ini diajak sudi menghargai waktu yang tersisa ini, dengan cara menjalaninya dengan penuh rasa syukur.
Ada pun amanat yang sarat terkandung di dalamnya, bahwa hendaklah kita senantiasa beramal kasih, berlaku jujur, setia, tulus, dan rendah hati.
Semoga nada-nada syukur tetap bergema di dalam sanubari tulus kita hingga akhir hayat.
Memento Mori!
Deo Gratia!
…
Kediri, 8 Maret 2025

