“Selalu berpikir positif untuk melihat hikmat Tuhan, karena anugerah-Nya luar biasa.” -Mas Redjo
Ketika berpikir negatif, kita mudah melihat kekurangan dan kelemahan orang lain, juga kita mudah korslet. Sebaliknya, ketika berpikir positif, hati kita dicerahkan oleh belas kasih Tuhan!
Pengalaman itu terjadi pada saya, 15 tahunan yang lalu. Tepatnya tahun 2008, rumah kebanjiran seperut orang dewasa, sehingga barang dagangan dan perabotan rusak. “Banjir paling parah sejak 25 tahun terakhir,” ungkap beberapa warga senior di perumahan.
Akibat banjir parah itu, setiap kali hujan deras, khususnya malam hari, istri yang trauma dan was-was, lalu membangunkan saya untuk siaga dan berjaga-jaga, jika terjadi banjir lagi.
Padahal seharian saya menaik-turunkan dan mengirim barang bersama sopir ke para pelanggan. Meski lelah dan mengantuk, saya bersikap tenang dan meminta istri untuk tidak was-was dan khawatir agar ia tidur kembali.
Jika hujan deras sering diingatkan istri itu tidak membuat saya jengkel atau tertekan. Tapi saya menyadari kekhawatiran istri, khususnya, jika anak-anak yang masih kecil itu tinggal di rumah bersama ART. Karena istri membatu saya menjaga di toko.
Dengan selalu berpikir positif, saya melihat hikmat Tuhan. Di balik musibah banjir itu Tuhan sedang menyiapkan rencana yang terbaik untuk saya dan keluarga.
Buktinya, saya kedatangan teman suami istri di suatu sore. Mereka bermaksud pindah rumah mendekati kantor. Rumah mereka yang beda kompleks dengan saya hendak dijual dengan harga relatif murah, dan tidak banjir!
Saya beruntung, karena selama ini saya dan istri membiasakan hidup prihatin dan sederhana. Membeli barang kebutuhan sesuai skala prioritas. Kami rajin menabung, karena ingin mengembangkan usaha.
Alhasil, tanpa proses berbelit dan ribet, sore itu terjadi transaksi, deal!
Dengan membiasakan diri berpikir positif, hidup ini serasa dimudahkan. Mukjizat-Nya nyata!
Mas Redjo

