Satu bulan penuh di bulan Maret, aku ingin menjalani puasaku dengan bertekun seperti Santo Yosef, yang tidak pernah ingin apa pun kecuali setia menjalani perannya sebagai suami Bunda Maria, ‘ternak teri, nganter anak istri’, ke Mesir ke Nazaret, ngantar sunat, ngantar ke bait Allah.
Dipandang rendah takkan marah, dan disanjung pun takkan melambung .
Sikap hidupnya sangat sederhana, tidak mau menonjolkan diri, pekerja keras, jujur, dan murah hati. Berani dan setia menjalani kewajiban. Selalu memberi yang terbaik untuk keluarganya.
Dengan cara itu Santo Yosef mengutamakan Tuhan, melayani tanpa beban, memenuhi kewajiban sebagai kesempatan untuk makin mengabdi Tuhan.
Salam sehat.
Jlitheng

