Sadar, bahwa perjalanan rohani dimulai hari ini. Doa, puasa, dan amal harus berjalan bersama-sama. ‘Tiga Pilar’ yang bisa menyadarkan kita untuk berubah jadi pribadi yang lebih baik. Mengenai pantang dan puasa, ikuti saja yang disampaikan oleh Bapa Uskup dari Keuskupan masing-masing. Jika hendak ditambah hari puasanya, silahkan dipilih sendiri. Sebab, bagi kita doa, puasa dan amal itu tidak untuk dipamerkan.
Awalilah, hidupmu sejak hari ini dengan membaca pesan-pesan dari bacaan Kitab Suci. Temukan dasar yang kuat sebagai pondasi bagi perjalanan rohani di Masa Prapaskah ini. Tentunya dengan menemukan motivasi yang kuat untuk menjalaninya.
Pada hari Rabu Abu, dengan rendah hati kita melihat simbol abu dan kata-kata yang indah, “Bertobatlah dan Percayalah kepada Injil”. Pesan yang mengundang kita untuk makin dekat dengan Tuhan. Dimotivasi diri sendiri untuk membaca Kitab Suci setiap hari. Sabda Tuhan yang dibaca, akan menerangi perjalanan hidup kita.
Semoga doa, puasa, dan amal kita selama 40 hari ke depan membuat rumah rohani kita jadi makin tertata rapi, bersih, damai, dan indah.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

