“Kebiasaan baik itu harus dirawat, karena memudahkan hidup mereka yang menerapkannya.” -Mas Redjo
…
Sederhana, mudah, dan itu realitas, ketika kebiasaan baik itu dijadikan sebagai gaya hidup.
Modal utama gaya hidup kebiasaan baik adalah kita dituntut untuk menerapkan hidup disiplin itu dalam keseharian.
Ketika kecil, kita diminta bangun pagi oleh orangtua agar rezeki kita tidak dipatuk ayam. Tujuannya agar kita tidak jadi anak pemalas.
Ketika makan, kita diminta agar sendok tidak beradu dengan piring, karena menimbulkan bunyi itu tidak sopan. Kita tidak boleh menyisakan nasi, karena itu berarti merebut rezeki orang miskin.
Begitu pula orangtua meminta kita untuk meletakkan barang-barang di tempat yang telah ditentukan dan disediakan. Misalnya, sepatu ditata di rak, kunci kendaraan atau rumah dicantelkan di pintu, dan seterusnya. Maksud dan tujuan orangtua adalah memudahkan kita untuk menemukan barang-barang itu. Rumah juga tertata rapi dan bersih.
Selain itu, kebiasaan baik yang diajarkan dan ditekankan oleh orangtua adalah mendisiplinkan saya untuk hidup dan laku prihatin.
Tujuan hidup dan laku prihatin agar saya jadi pribadi yang sederhana, rendah hati, dan bijaksana. Tapi miliki jiwa peduli dan empati pada sesama.
Hasil dari didikan mendisiplinkan kebiasaan baik itu adalah hidup saya jadi tertata, teratur, dan semua yang dijalani itu seperti tidak menemui kesulitan yang berarti. Hidup saya seperti tiada hambatan. Semua urusan makin dimudahkan dan dilancarkan.
Merawat biasaan baik itu melancarkan rezeki!
…
Mas Redjo

