Red-Joss.com – Tidak diragukan lagi jika alam bawah laut memiliki banyak kekayaan. Hal ini terlihat dari wajah desa Pontang dan desa Lontar di Kabupaten Serang, Provinsi Banten yang naik kelas berkat kekayaan alam bawah laut di pesisir laut Jawa.
Mahasiswa Universitas Tirtayasa, Banten, baru saja melakukan observasi pada desa Pontang dan Lontar
pada Rabu, 16 November 2022. Alhasil, budidaya rumput laut memiliki prospek yang baik untuk
masyarakat pesisir pantai bahkan omzet yang didapatkan berkisar Rp20.000.000 dalam sekali panen.
Budidaya rumput laut mampu meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat desa karena metode
budidaya rumput laut yang tidak membutuhkan keahlian, biaya yang relatif murah, dan bisa
memanfaatkan lahan yang ada.
“Biasanya memanen rumput laut dengan kisaran 2 ton untuk satu pengepul rumput laut basah kemudian
keringkan dengan perbandingan 1:6 kuintal artinya jika 6 kuintal rumput laut basah maka keringnya
adalah 1 kuintal. Pak Abidin menjual rumput laut basah seharga Rp. 1.500/Kg dan rumput laut kering Rp.
15.000/Kg. Pak Abidin menyebutkan jika omzet yang didapatkan berkisar Rp. 20.000.000,” ungkap Abidin pengelola budidaya rumput laut desa Pontang.
Abidin membudidayakan beberapa jenis rumput laut diantaranya rumput laut Alga Merah
(Rhodophyceae), Alga Coklat (Phaephyceae), Alga hijau biru (Cyanophyceae) lebih tepatnya yaitu
Glacilaria sp.
Proses penanaman rumput laut di tambak Abidin dilakukan dengan memilih bibit yang memiliki kualitas
bagus lalu menyebarkannya ke tambak seluas 6 hektar dimana ditebar sebanyak 6 ton dengan diberikan
patok sebanyak 6 buah sehingga per patok diisi oleh 1 ton rumput laut.
Pak Abidin biasanya memanen rumput laut dengan kisaran 2 ton untuk satu pengepul rumput laut basah
kemudian keringkan dengan perbandingan 1:6 kuintal artinya jika 6 kuintal rumput laut basah maka
keringnya adalah 1 kuintal. Masa panen rumput laut di tambak Abidin sendiri sekitar 20 hari lamanya.
Tidak hanya dilakukan di laut tetapi budidaya rumput laut ini juga sudah mulai digalakkan pengembangannya di perairan payau (tambak). Budidaya rumput laut ini berada di perairan pantai di desa Lontar. Model tambak sangat cocok diterapkan pada daerah yang memiliki lahan tanah sedikit (sempit), serta berpenduduk padat.

