Simply da Flores
…
1.
Puasa itu penuh makna
seperti seorang petani menyadari karya
benih apa yang telah ditaburnya
lalu di mana telah ditanamkan
Bagaimana merawat agar tumbuh subur
kapan musim yang tepat menabur
Petani menanam nasib menabur doa
pada sawah ladang harapan
Lalu…
mengamankan dari aneka hama
agar bisa tumbuh subur
kemudian berbunga dan berbuah
seperti rindu cinta dalam hati sanubarinya
seperti damba mimpi dalam jiwanya
“Aku ingin hasilkan panen berlimpah
untuk benih dan aneka kebutuhan hidup”
2.
Puasa itu kaya arti
laksana perjuangan seorang nelayan
Karena mengenal Bunda Samudra
pemilik seluruh ikan, udang, dan kepiting
Nelayan tahu musim laut sepanjang tahun
serta belajar dari pengalaman hidup
bagaimana dirinya di hadapan Bunda Samudra
Maka
ketika membutuhkan santapan lauk bagi keluarga
saat memohon panen bagi nasib kehidupan
Alat tangkap dan umpan disiapkan
dalam tekad kepasrahan meminta
Waktu dan tempat disesuaikan untuk pergi mengadu nasib
Panduan bintang dan arah angin
menuntun sujud doa perjuangan
meminta belas kasih Bunda Samudra
bukan memetik hasil karena telah menanam
3.
Seorang pemuda kampung ke padang gurun
Pergi mengembara dan menemui sepi
tinggalkan rutinitas untuk ditempa sunyi
Kembali ke dalam diri pribadi
berpuasa 40 hari sebelum berkarya
membawa tanya kodrati damba asali
Mengenal hakikat diri dan tujuan hakiki
“Siapakah aku dan mengapa terlahir
Jadilah kehendak-Mu, bukan kehendakku”
Ada godaan melawan kebutuhan raga
karena tubuh nyata ada di dunia
Ada tantangan selera dan kuasa
Ada cobaan nalar pikiran untuk memilih
“Kepada siapa aku harus taat bersujud
Untuk apa dan siapa seluruh jiwa ragaku
Melakukan kehendak Allah atau selera diri pribadi”
4.
Sejarah mewariskan tradisi berpuasa
dalam adat budaya suku bangsa
dalam ziarah spiritual pribadi dan kelompok
dalam kepercayaan komunitas dan agama
Berpuasa sebagai ritual kehidupan
Saat sakral kembali ke dalam diri pribadi
meneliti dan menyadari keputusan yang berlalu
Adakah sukses dan gagal
Adakah salah keliru dan amal suci
Dan…
mampukah membenahi diri untuk terus melangkah esok
dengan semangat dan cara hidup baru
“Agar berkenan di hadapan Sang Hyang Maha Suci
serta layak dan jadi berkat bagi sesama saudara”
5.
Puasa…
Ada mati raga agar menyadari tubuh
Ada mati rasa untuk mengendalikan emosi
Ada berbenah diri untuk menyadari pikiran dan keputusan
Ada naluri batin dan berkaca hati nurani
Ada bercermin jiwa untuk membersihkan debu dan kotoran yang melekat
kesempatan sakral memeriksa siapa aku dan di mana adaku
Pribadiku mungkin seperti pohon buah
Semakin dalam akar menukik ke sanubari jiwa
semakin tinggi pucuk menjulang dalam kata dan perbuatan
Selebar akar membentang,
sepanjang itu pula cabang ranting bertumbuh
Baik buruknya pohon pribadiku
terbukti dengan manfaatnya daun, bunga dan buahku
bagi alam dan sesama
Sang Maha Melihat tahu semuanya

