Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Hidup ini merupakan sebuah ‘proses menjadi’
yang biasanya diawali
dari hal-hal kecil dan
selanjutnya dapat
membentuk sebuah
kebiasaan.”
(Didaktika Hidup Sadar)
“Sehari selembar benang, lama-kelamaan dapat jadi sehelai kain,” demikian sebuah pepatah bangsa kita. Tentu kita pun tahu makna pepatah ini.
Perintah untuk Mencabut Tanaman
Seorang Guru tua membawa seorang murid untuk memasuki sebuah hutan belantara. Sesampai di tengah hutan, Guru itu memerintahkan sang murid untuk mencabut:
(1) seurat rumput,
(2) serumpun semak belukar, dan
(3) sebatang pohon.
Dengan setia dan bersemangat murid itu melaksanakan perintah Gurunya. Yampak dengan mudah dia mencabut rumput dan juga serumpun semak belukar itu.
Kini Guru itu dengan cermat melihat, ternyata betapa sulitnya murid itu mencoba untuk mencabut sebatang pohon. Dipegangnya sekali lagi batang pohon itu dan dicobanya untuk mencabutnya, tapi ternyata akar-akar pohon itu sudah terlalu dalam menancap ke tanah. Akibatnya, memang sangat sulit untuk dicabut.
Ketika untuk kesekian kali murid itu hendak mencobanya lagi, berkatalah Guru itu, “Apakah yang engkau rasakan di saat mencabut tanaman-tananan itu?”
“Guru, ada jenis tanaman yang sangat mudah dicabut, namun ada yang ternyata sangat sulit.” Sambil menepuk-nepuk bahu muridnya, berkatalah Guru itu, “Ya, muridku, itulah kehidupan. Itulah sebuah fakta hidup tentang manusia.”
Kebiasaan dapat Membentuk Tabiat
“Itulah misteri hidup, muridku. Jika engkau sangat sering melakukan kesalahan kecil dan setiap kali engkau segera menyadarinya, itu baik. Namun, ketika engkau melakukan kesalahan besar dan terus diulangi, maka kelak dia akan bertumbuh laksana sebatang pohon.”
Mendengar pengajaran bermakna dari Gurunya, tampak murid itu menganggukkan kepalanya. Lalu murid itu bertanya, “Tapi Guru, bagaimana caranya, agar saya segera dapat menyadari akan kesalahan saya?”
, “Sadarilah dan sekali lagi, selalu sadar, agar engkau tidak selalu mengulanginya lagi. Ketahuilah, kesalahan mendasar manusia ialah bukan, karena ia tidak pernah melakukan kesalahan, namun karena ia tidak pernah mau menyadari akan kesalahannya itu,” jawab Gurunya.
(Dari berbagai Sumber)
Ketika Kita telah Jadi Laksana Sebatang Pohon
Ketika kita telah bertumbuh dan jadi laksana sebatang pohon raksasa, ketahuilah, bahwa betapa sulitnya Anda akan mengubah kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam diri Anda. Mengapa?
Bukankah, semuanya itu telah berurat berakar dan bahkan telah membentuk jadi sesosok pribadi yang disebut pribadi yang sulit alias si manusia sulit!
Hidup adalah sebuah Pembiasaan
Mari kita terus belajar agar hidup dengan kesadaran. Sadari senantiasa, apakah kebiasaan-kebiasaanku ini adalah sesuatu yang lumrah dan baik? Jika tidak, maka saya segera akan melepaskannya.
Di dalam konteks ini, tentu kita membutuhkan uluran tangan dari sesama untuk membantu menyadarkan kita. Itulah sebabnya, mengapa penting dan vitalnya peran serta dari orangtua serta para guru dalam proses mendidik anak.
Konklusi
Sebab, jika kita seolah-olah memelihara dan membiarkan setiap kesalahan kecil, maka bukankah, lambat laun justru ia akan bertumbuh jadi sebatang pohon raksasa?
Semuanya akan sangat bergantung pada Anda!
…
Kediri, 2 Maret 2025

