“Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang beriman kepada-Ku ini, maka lebih baik baginya, jika sebuah batu kilangan besar diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke laut” (Mark 9: 42).
Jika ada orang yang menggoda, supaya kita melakukan hal-hal yang tidak baik, berarti orang yang meminta itu jahat sekali.
Sering kali kita dijebak saat melakukannya. Dijanjikan ini dan itu, yang manis-manis. Dirayu terus-menerus. Hingga akhirnya, kita tidak bisa mengelak, dan jatuh ke dalam perbuatan-perbuatan yang jahat. Kita berubah jadi jahat, karena orang yang jahat itu.
Bagaimana dengan pengalaman terjebak? Ini berarti bergulat sendiri. Di awal pikiran dan hati sudah lurus, tapi kemudian mulai si jahat masuk ke dalam pikiran dan hati kita. Kita tergoda dan cepat berubah. Kita terjebak oleh keinginan dan pikiran jahat sendiri. Lalu yang terjadi kita tidak pernah berhenti untuk melakukan kejahatan itu. Kapan kita mau bertobat?
Yesus berbicara tentang kejadian-kejadian di sekitar kita. Kita ada dalam situasi yang seperti ini: Dijebak atau terjebak. Tapi ada yang lebih berbahaya lagi, misalnya yang berpura-pura baik, tapi hatinya jahat sekali. Ketika diikuti, hidup kita jadi hancur.
Sahabat, satu kata yang harus diingat: Waspada. Kata yang lain: Bijaksanalah. Kata berikutnya adalah: Hati-hati, kita jangan mudah dijebak dan terjebak, khususnya untuk hal yang satu ini: perbuatan-perbuatan jahat dan dosa.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

