“Pergi dan pulang kembali itu harus membawa rezeki.” -Mas Redjo
Orientasi dalam berbisnis, saya terinspirasi tentang lahir matinya manusia. Kita dilahirkan suci, dan kembali kepada Tuhan juga harus suci. Intinya, hidup bermakna dan kudus.
Dalam berbisnis mencari untung itu biasa. Memperoleh dobel untung itu luar biasa. Tidak berarti mencari untung besar, 2 kali lipat. Tapi berbisnis dengan metode ‘Tik-Tok-Cuan’, alias mencari untung secara berantai.
Misalnya usaha di bidang ekspedisi. Kita mengirim barang ke luar kota. Pulangnya, kita membawa barang dagangan (pesanan) untuk dijual lagi atau memenuhi permintaan pasar. Kita irit biaya transportasi, karena teratasi dari keuntungan barang dagangan yang dibawa itu.
Sejatinya mencari dobel untung itu tidak hanya di bidang bisnis saja, tapi juga di berbagai sektor usaha. Prinsipnya adalah hidup ini untuk belajar dan belajar hingga tarikan nafas terakhir. Hidup kita harus makin baik, berguna bagi sesama, dan bermakna!
“Apakah hidup kita menuju arah yang makin baik dan benar?”
Semangat perubahan hidup yang makin baik itu harus dimiliki tiap insani. Kita dituntut terus menerus berefleksi dan berkembang untuk memberikan yang terbaik dari hidup ini.
Refleksi itu harus memberi dampak positif timbal balik, baik bagi diri sendiri maupun kepada sesama.
Inti dari refleksi itu adalah agar kita tidak mandeg dan mudah berpuas diri dalam kenyamanan hidup. Tapi kita dituntut untuk menuju hidup yang berguna dan bermakna bagi sesama.
Ketika pikiran, perkataan, dan perbuatan ini diorientasikan kepada hal-hal baik, positif, dan berguna bagi sesama, berarti hidup kita selaras dengan kehendak Tuhan. Hidup saling menghasihi menuju kekudusan.
Dari lahir suci, kita kembali kepada-Nya juga suci.
Mas Redjo

