Simply da Flores
…
1.
Sepi itu di sini
dalam rasa dan nalar ini
ketika tidak menerima diri
lantaran kurang mengenal pribadi
lalu salah memilih warna-warni
untuk bisa menganyam makna
2.
Resah itu di sini
di dalam nurani dan sanubari
ketika biarkan kelam kuasai jiwa
karena jarang melangkah menata
Saat malas untuk menyulam hati
karena tak berani melangkah dan berlari
menjaring dan menangkap arti
3.
Galau melukis wajahnya nasib
ketika merasa berkelana dalam gelap gulita
ketika mengalami didera lara nestapa
ketika hadapi fakta ditinggalkan sendirian
Saat fakta tak punya apa-apa dan siapa lagi
maka nafas menggugat waktu
dan realitas mengoyak desir darah
Tanya berteriak merobek langit
Mengapa begini dan mengapa begitu?
4.
Coba sejenak menyendiri
berjalan meneliti ruang pribadi
bersihkan debu dan aneka duri
menata dan hiasi dengan warna-warni
karena akulah pemilik pribadi
untuk menenun sosok jati diri
untuk jadi apa dan siapa
dalam roda waktu yang tak menunggu
Sedangkan usia ada batasnya
dan kebutuhan hidup tak bisa ditunda
5.
Saat ada sepi, sunyi, dan galau
mencengkram pengalaman jiwa raga
tak ada yang ingin berlarut dalam waktu
membiarkan pribadi didera lara derita
Ketika suara tak mampu berkata
dan segala harapan ditelan gulita
mungkin tak berguna mengutuk malam nestapa
6.
Ketika diri berani nyalakan sebatang lilin kecil
agar memandu nalar melangkah
dan mengubah pikiran membuat keputusan bijak
Mungkin itulah saatnya mengobati luka jiwa raga
dengan menerangi bola mata untuk melihat
dan telapak kaki untuk melangkah
Bukan mengadili malam dan mencaci maki sesama
7.
Roda zaman terus menggilas jiwa raga
Suka duka silih berganti terjadi
Faktanya setiap pribadi saling membunuh
demi pertahankan hidup dengan kata dan angka
Manusia meledak bertambah di tengah alam yang terbatas
Sepi, resah, dan galau asingkan pribadi
mengejar harkat ke luar diri
Mungkin
saatnya kembali ke dalam jiwa raga
meraih energi asali obati pribadi

