Mrk 9: 38-40
“Betapa picik dan kerdilnya hati kita, sehingga perkembangan dan keberhasilan orang lain dirasa sebagai ancaman terhadap keberadaan kita. Bahkan sering terjadi, bahwa kita mengklaim diri sebagai pemilik tunggal dan sah terhadap karunia Allah kepada manusia. Akar penyebabnya adalah kecemburuan dan iri hati.”
Kecemburuan dan tindakan merasa sebagai pemilik tunggal mujizat itu terekspresi pada diri Rasul Yohanes dalam Injil hari ini: “Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita” (ayat 38). Maka Yesus menegurnya: “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku” (ayat 39).
Pelajaran penting bagi kita adalah:
1) Sadarlah, bahwa Allah bebas berkarya melalui siapa pun yang dikehendaki-Nya;
2) Akuilah keunggulan dan kelebihan orang lain yang tidak Anda miliki;
3) Dukunglah orang lain yang berbuat baik di sekitarmu.
Akhirnya, jika Anda tidak bisa melakukan kebaikan, maka setidak-tidaknya jangan menghalangi mereka untuk berbuat baik.
Monsignor RD Inno Ngutra

