“Sejatinya kita diuji untuk rendah hati dan ikhlas. Tidak untuk yang lain.” -Mas Redjo
Ingin makin dekat dengan Tuhan Yesus itu kian berat tantangan yang menghadang jalan kita.
Tantangan itu datang bukan dari Tuhan, melainkan dari yang jahat, alias ego sendiri! Tuhan tidak menguji kita.
“Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, maka aku akan timbul seperti emas. Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang (Ayub 23: 10-12).
Sejatinya si Jahat itu tidak senang kita dekat dan akrab dengan Tuhan. Sehingga ia mencobai kita.
“Oleh karena itu, kita mohon penyertaan Tuhan dan fokus agar niat baik kita tidak dibelokkan kepada yang jahat,” tegas Pak W, Prodiakon itu menyeringkan pengalaman imannya. Begitu pula Pak M yang mengelola web renungan rohani. Kisah Pak W maupun Pak M itu 11 dan 12
Godaan dan tantangan itu datang bergulung-gulung bagai gelombang laut. Sehingga dibutuhkan kesiap-sediaan hati untuk menyikapi dan mengatasinya dengan bijaksana.
Beruntung dan bersyukur, karena sejak semula, baik Pak W dan Pak M sadar diri, ketika mereka hendak memutuskan aktif di lingkungan Gereja untuk melayani Tuhan.
Sumber pelayanan itu pusatnya tidak pada diri sendiri. Karena ingin dipuji, dihormati, dan wow! Tapi pusatnya bersumber pada Tuhan yang dilayani dan dimuliakan.
Cara untuk mengatasi godaan dan tantangan yang muncul dari diri sendiri atau keluarga itu adalah sabar, tabah, dan rendah hati.
Ketika semangat melayani itu mulai pudar, jenuh, dan melelahkan. Kita datang dan sujud kepada Tuhan mohon diteguhkan dan dikuatkan agar jiwa ini diterangi Sang Cahaya Sejati.
Ketika keluarga komplain, karena aktivitas kerja sosial kita yang padat, misalnya. Hal itu juga harus disikapi dengan pikiran jernih untuk bicara dari hati ke hati demi kebaikan bersama.
Selalu menyertakan dan andalkan Tuhan agar kita sabar, rendah hati, dan bijaksana.
“Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu” (Mat 22: 37).
“Dia harus makin besar, tapi saya harus makin kecil” (Yoh 3: 30).
Tuhan memberkati.
Mas Redjo

