Simply da Flores
…
1.
Ada kotoran menikam bola mata
dan barang asing mengganjal penglihatan
Spontan mengalir air yang tersedia di mata
untuk berjuang menghalau membersihkan
Hadirnya air mata seperti spontan
tanpa pertimbangan dan analisa nalar
Apalagi ketika dikucek jemari telapak tangan
“Banyak kasus tak terduga mengganggu raga
dalam kelana ziarah kehidupan
Entah sukacita atau lara derita”
2.
Tangisan awal meninggalkan kenyamanan rahim
aku, engkau, dan kita semua
selalu disertai air mata tanya galau
Mengapa rumah damai di rahim
kini terpaksa ditinggalkan, karena waktu
Mengapa zona nyaman di perut Ibu
ditarik dan terlempar tanpa kompromi
oleh energi perubahan dan dinamika semesta
menjelma dalam desir darah dan desah nafas
Lalu terpaksa berkelana merangkul ruang dan waktu
ditemani misteri kolam air mata
“Hidup adalah ziarah mencampur senyum tawa dan derai air mata”
3.
Air mata terharu bangga bahagia
ketika kehabisan kata merangkai kalimat
untuk merangkul pesona jiwa raga
Setelah melewati perjuangan getir penat
apalagi ketika hadapi pengalaman tak terduga
pada pucuk rindu dan kedalaman akar damba
Air mata luka sakit lara nestapa
tertumpah
pada wajah ketakberdayaan pribadi
menghadapi keharusan yang tak mampu dielakkan
dan menemui jalan buntu solusi
Karena tak ada siapa pun dan tak punya apa pun
4.
Ketika kehilangan orang tercinta
karena nafas dan desir darah terhenti
Air mata suka kesedihan mengalir
karena tak mampu menambah usia hidup
serta melerai batas ruang dan waktu
Kematian adalah keharusan hukum semesta
Batas usia adalah hukum alam asali
Mungkin…
air mata suka lara kesedihan
adalah pengakuan kodrati diri pribadi
“Kematian itu pasti bagi semua orang
hanya berbeda waktu, tempat, dan caranya
Hari ini engkau, besok aku menyusul”
5.
Mata itu jendela jiwa pribadi
entah terbuka atau tertutup jendelanya
tetapi kolam air mata selalu ada
Untuk ungkapkan keterbatas kata bagi pengalaman
Untuk nyatakan pesona rindu damba jiwa
Untuk merangkul petualangan nalar berpikir
Untuk senandungkan nada-nada rasa mengalun
Untuk mendendangkan irama lagu segenap raga
Melebur dalam musik kehidupan pribadi
Bait-bait sajak air mata
mengatakan banyak makna tanpa suara
Bait-bait sajak air mata
menulis nada dan irama jiwa raga
“Tidak banyak orang mampu membaca artinya
tetapi pribadi pemiliknya tahu pasti
mengapa air mata gugur mengalir”

