Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Nak, besok ayahmu
akan sembuh.”
(Harapan yang Berbuah)
Besok, Ayahmu Sembuh
Seorang Bocah Jerman berusia enam (6) tahun siang dan malam terus meratap, karena Ayahnya yang sedang dirawat di rumah sakit (RS) akibat terkena peluru dalam Perang Dunia II.
Tuhan pun ternyata turut merasa terharu mendengar ratapan nan sendu menyayat hati dari bocah itu.
Maka, Tuhan segera mengutus Malaikat kecil mendatangi bocah itu.
Sesampai di samping bocah, bertanyalah Malaikat itu, “Nak, mengapa kamu terus menangis, siang dan malam?”
“Aku meratapi, karena Ayahku terbaring terkulai di ranjang sakit. Aku mohon, semoga Ayahku segera sembuh.”
“Besok, Ayahmu akan segera sembuh, Nak. Ayo, bangkit bergegaslah, dan segera sampaikan berita sukacita ini kepada Ayahmu.”
Maka, bergegaslah bocah itu dan membisikkan kata-kata dari Malaikat itu ke telinga Ayahnya.
Mendengar bisikan halus dari bibir tulus anaknya, maka Ayahnya segera bangun dan menyibakkan selimutnya dan ia duduk sambil menatap jauh.
Ia telah terjaga dari dukanya, karena menerima janji sukacita sedasyat itu. Sebuah janji yang sanggup membangkitkan kekuatan dari dalam dirinya.
(Dari Berbagai Sumber)
Janji Dasyat yang mampu Menghidupkan
Siapa sangka, ternyata ratapan tulus yang mengalir dari bibir duka kita pun ternyata dapat menyentuh hati Tuhan. Kini, kian sadarlah kita, bahwa ternyata tak sejengkal waktu Tuhan meninggalkan kita. Bahkan Dia sangat mudah terharu mendengar doa dan keluh kesah kita.
Bahasa Simbol
Sering kali kita manusia sangat sulit untuk menangkap makna terselubung dari pesan Tuhan. Seperti juga pesan berupa bahasa simbol yang disampaikan oleh Malaikat kepada bocah itu.
“Besok, Ayahmu akan sembuh,” adalah sebuah janji dasyat berupa sebuah bahasa simbol. Bukankah ‘besok’ adalah simbol sebuah ‘pengharapan? Pengharapan akan datangnya momen baru, hari baru, saat baru yang selalu Anda nantikan?
Ya, betul. Di hari esok, semua ratapan duka dan linangan air mata di cekungan pipi duka kita akan seketika sirna dan terhapus.
Maka, besok adalah simbol sebuah pengharapan. Besok itu fajar baru yang akan merekah indah di ufuk langit merah yang menjanjikan.
Sungguh, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita!
…
Kediri, 26 Februari 2025

