Simply da Flores
…
1.
Jutaan panah damba menikam renta tubuhnya
Banjir rindu damba menerjang raganya
“semoga Paus lekas pulih dan sembuh”
Deretan harapan terbang memenuhi angkasa jiwa
meski abaikan kodrat batas usia dalam waktu
Laskar burung Merpati setiap hari hadir di halaman Basilika St. Petrus
Mereka menyambut peziarah yang datang
Mereka mengenal Paus Fransiskus
Mereka tahu Paus tersenyum
membelai sakit, luka lara derita
beliau bersahabat dengan kematian
beliau berteman dengan Sang Malaikat maut
Maka
Pelangi membusur di atas rumah sakit
tempat beliau dirawat kasih sayang
diobati dengan doa harapan umat sedunia
Sang Maha Cinta selalu jadi nafas dan desir darahnya
Meskipun waktu membawanya menggenapi usia dan kodrat insani
2.
Paus Fransiskus telah membuka gerbang Yubileum
agar umat yang percaya datang
agar iman yang bersyukur masuk
agar pribadi yang sadar menemui Sang Maha Yobel
Maka…
Sang sahabat Merpati terus berziarah
terbang ke delapan penjuru jiwa
Paus wartakan kabar gembira kasih Allah
kepada kegelapan zaman yang melupakan cahaya
kepada kerakusan yang menyembah korupsi
kepada kekuasaan buta yang halalkan segala cara
kepada halusinasi yang membohongi hakikat pribadi
kepada perang yang diabadikan demi pasar senjata
kepada narkoba yang marak demi menguasai sumber daya alam
kepada anak generasi yang dibelenggi racun digital
Maka
dari ruang rawat untuk raga rapuh
Paus Fransiskus melukis senyum pelangi
dari keharusan usia dan batas umur
Sang sahabat pelangi terbang dengan sayap doa membelai jiwa raga umat manusia
3.
Sang sahabat Merpati dan Pelangi
sudah terbang mengelilingi dunia
bukan dengan kunjungan apostoliknya saja
tetapi dengan energi doa dan teladan hidup
Sayap imannya setiap hari terbang
menyapa raga dan rasa yang letih lesu
Menyadarkan para pemimpin agar berpikir waras bijaksana
Merangkul para tokoh agama agar bicara dengan teladan
Mengajak semua jiwa kembali ke dalam diri
mau bersyukur dan amalkan iman
agar tercipta dunia damai untuk dihidupi
Mencium bumi dan isi alam
agar kembali lestari tanpa polusi
Paus Fransiskus
membawa kita kepada Surga di telapak kaki Ibu
mau mencuci kaki perempuan dan mencium kaki Ibu
Karena
Sang Maha Kasih saja memilih rahim Ibu
agar kita tumbuh dan terlahir
jadi putra-putri pelangi kehidupan
4.
Viva Il Papa Francesco
terima kasih telah melakukan tugas panggilanmu
sebagai hamba para hamba
melayani umat Allah sedunia
“Membawa Kristus ke tengah jiwa raga manusia
Membawa setiap pribadi kepada harkat martabatnya
Mampu mengenal diri dan harkatnya
Selalu mau bersyukur kepada Sang Maha Yobel”
Engkau telah melukis pelangi kasih
dalam sejarah peradaban zaman
Engkau sudah mengukir sayap-sayap cinta
agar selalu terbang dalam langit jiwa raga generasi
Rekam jejak digital telah mengabadikannya
Buku kehidupan sudah mencatat abadi
Sang sahabat Merpati dan Pelangi
“molto gazie tu tuo e benedici di Dio sempre“

