Banyak orang yang sejak lahir, atau baptis dewasa, karena calon Katolik.
Inti di balik tanya itu mau tahu seberapa Katolik kita ini?
Seberapa lama pun atau seberapa banyak jam terbang melayani, jika belum bisa mengasihi musuh, maka belum disebut Katolik hebat.
Hari ini kita diajak mengasihi musuh. Perintah yang terasa berlawanan dengan naluri membalas dan menghancurkan musuh.
Menurut Darwinisme, membalas musuh itu bagian dari ‘self defence for survival’. Freud mengatakan hal itu sebagai dorongan ‘death desire’ yang alami. Mengasihi musuh berarti melawan dorongan alami, menaklukkan diri sendiri, ‘contra agere’.
Sesungguhnya orang yg dibakar dendam adalah orang sakit dan bersifat menular, maka harus segera disembuhkan agar tidak merusak tatanan kehidupan.
Caranya adalah mengampuni dan mengasihi musuh atau orang yang menyakiti kita. Selama belum bisa melakukannya, kelas kekatolikan kita belum dalem.
Salah satu ‘kesaksian terberat!’ Sebagai orang Katolik.
Salam sehat.
…
Jlitheng

