“Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang ke luar dari mulutnya.” -Matius 15: 11
Karena itu kendalikan diri ini agar yang ke luar dari mulut adalah hal-hal baik dan positif. Lakukan semua itu dalam kasih (1 Korintus 16: 14).
Mengendalikan diri itu bukan hal yang mudah, melainkan juga bukan hal yang berat dan sulit. Jika semua itu diniat-ingsuni dan kita mohon penyertaan serta bimbingan Tuhan, maka tidak ada hal yang mustahil. Mukjizat-Nya nyata.
Injil hari ini mengingatkan dan membangunkan kesadaran saya: “Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikan juga kepadanya pipimu yang lain” (Lukas 6: 29).
Intinya, saya dan mereka yang mengimani dan meneladani Tuhan Yesus agar menerapkan jalan kasih itu. Tanpa membantah dan berpikir dua kali, kecuali taat. “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.”
Dari Bunda Maria, kita belajar untuk jadi pribadi yang rendah hati. Kita menyimpan semua perkara itu dalam hati agar kita memahami hikmat Tuhan.
Melawan dengan jalan kasih itu mengajarkan pada kita untuk berani dan sadar diri. Bahwa dengan kasih tidak ada masalah yang tak teratasi dan terselesaikan dengan baik dan indah.
Dengan mengalah pada orang lain itu tanpa timbul pertentangan atau konflik. Syaratnya, kita melakukan hal itu dengan ikhlas hati, seperti Tuhan Yesus yang rela korbankan diri demi menyelamatkan kita.
Bagaimana, jika kita tidak bersalah, tapi dihina dan dipojokkan?
Pertanyaan itu muncul adalah hal wajar dan manusiawi. Tapi yang harus diingat adalah, kebenaran itu tidak membutuhkan pembelaan, karena milik-Nya.
Sebaliknya, ketika kita membalas perbuatan buruk orang itu, sejatinya kita melukai keakuan sendiri.
Berbeda hasilnya, kita mengalah, karena mengasihi, mengampuni, dan memberkati orang itu dengan doa ikhlas. Sebagaimana Tuhan Yesus melakukan semua itu, karena Ia mengasihi kita.
Berani mengasihi, mengampuni, dan memberkati mereka yang bersalah (berdosa) adalah teladan Tuhan Yesus yang harus dihidupi dalam keseharian.
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4: 23).
…
Mas Redjo

