Red-Joss.com – Tidak ada gunanya belajar dari kegagalan orang lain. Lebih baik mencari hikmah dari kegagalan itu agar kita mendulang sukses.
Hikmah itu berkat, jika peka jiwa dan kita melihat dengan hati.
Ketika terjadi musibah, menemui masalah, hambatan, dan deraan hidup yang menghimpit. Kita tidak harus reaktif, meyalahkan orang lain, mengeluh, menjerit, atau sambat.
Alangkah bijak, jika kita bersikap tenang, lalu merefleksikan peristiwa itu dan mengambil hikmah yang tersembunyi.
Dengan berpikir jernih, kita sujud di hadapan Allah agar mampu melihat peristiwa itu secara gamblang dan memahami maknanya. Sekaligus mengambil langkah antisipasi untuk berbenah dan menyongsong masa depan yang lebih baik.
Semangat untuk bangkit kembali setelah jatuh agar kita tidak mudah putus asa dan menyerah. Bahkan, sekalipun kita menghadapi situasi yang buruk dan sulit dalam hidup ini.
Semangat untuk menyertakan Allah agar kita jadi pribadi yang rendah hati, sabar, dan ulet. Sehingga kita makin percaya diri dan optimistis menapaki jalan menuju sukses.
Semangat untuk berbagi, bahwa sesulit dan seberat apa pun hidup ini kita tidak boleh sombong dan mengandalkan diri sendiri. Dengan saling tolong menolong dunia ini harmoni.
Selalu merefleksikan diri dalam setiap peristiwa, kita mengambil hikmahnya untuk berbenah diri, berubah, dan berbuah.
Selalu mendekatkan diri pada Allah, kita maknai tujuan hidup ini.
Sesungguhnya hidup di dunia ini untuk memberi agar kita tidak kehilangan arti.
Ketika hidup ini untuk berbagi pada sesams, maka pintu rezeki dari Allah senantiasa terbuka dan tercurah.
Bersyukurlah!
…
Mas Redjo

