Sejak awal kisah penciptaan, Tuhan sudah melihat, bahwa kejahatan manusia itu besar di bumi. Segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan, yang terus berlanjut dengan berbagai macam bentuknya. Sehingga muncul bencana besar, yaitu air bah, karena kejahatan manusia yang tiada henti dan makin besar. Hanya Nabi Nuh-lah yang mendapat kasih karunia Tuhan. Nabi Nuh siap dan waspada dengan mendengarkan dan melakukan apa yang diperintahkan Tuhan. Nuh dengan menggunakan bahtera, selamat dari air bah yang menghantam bumi.
Berjaga dan waspada juga selalu ditekankan oleh Tuhan Yesus. “Hati-hati dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.” Sikap berjaga-jaga dan waspada selalu ditanamkan oleh Tuhan khususnya berhubungan dengan pengaruh-pengaruh kejahatan, kelicikan yang beraneka ragam. Dengan kelicikannya sekelompok orang Farisi itu sering kali menjerat Tuhan Yesus, supaya dapat dipersalahkan. Orang Farisi selalu minta tanda dari Surga, supaya runtuhlah kepercayaan orang-orang yang mengikuti Tuhan Yesus.
Pada saat ini banyak sekali rupa-rupa kejahatan yang mengahancurkan sendi-sendi kehidupan. Karena kerakusan manusia alam semesta ini jadi rusak.
Mari kita selalu waspada dan berjaga-jaga, supaya dalam hidup kita tetap berlandaskan etika dan moral.
“Tuhan yang kami sembah dan muliakan. Engkau selalu mengingatkan kami untuk waspada dan berjaga-jaga. Semoga kami melakukannya, sehingga kami tidak terjerat oleh roh jahat. Amin.”
Ziarah Batin

