Mark. 8: 1-10
“Banyak orang memiliki keprihatinan terhadap kemiskinan, penderitaan dan kesulitan yang dialami sesamanya, namun hanya sedikit yang mewujudkan keprihatinan itu dalam tindakan nyata. Pagi ini saya percaya, bahwa Anda tergolong mereka yang mampu berbuat baik setelah ungkapan dan rasa prihatin.”
Yesus tidak hanya mengungkapkan keprihatinan-Nya dalam Injil hari ini: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan” (ayat 2). Tapi Ia juga melakukan tindakan seperti tertulis dalam ayat selanjutnya: “Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak” (ayat 6).
Maka pelajaran penting bagi kita adalah:
1) Wujudkan setiap keprihatinanmu itu dalam bentuk tindakan dan perbuatan baik;
2) Jangan pernah membiarkan mereka yang kepadanya Anda prihatin pergi tanpa merasakan kebaikan yang berasal dari padamu;
3) Sekecil apa pun bantuanmu, tapi pasti itu lebih berarti daripada sejuta rasa prihatinmu.
Ingatlah, bahwa sekecil apa pun perbuatan baik dan bantuan kita pasti akan jadi mujizat bagi mereka yang benar-benar memerlukannya.
…
Monsignor RD Inno Ngutra

