Simply da Flores
…
Pada mulanya semua kita sama
Tidak ada yang meminta dilahirkan
Tidak ada yang memilih terlahir seperti ini
Semua terlahir dalam tanya
Semua hidup dengan tanya abadi
Semua pasti mati dalam tanya
Mengapa aku mesti terlahir
Siapakah aku ini
Bagaimana seharusnya hidup ini
Dari mana aku datang
Ke mana nanti akan kembali
Nafas dan desir darah kita sama
entah terlahir normal atau cacat
entah kaya atau miskin adanya
Harkat martabat pribadi
dilahirkan nafas dan desir darah
Lalu terciptalah hak dan kewajiban asasi
diatur dalam aneka hukum manusia
Tidak semua tahu dan taat hukum
Lebih banyak menuntut hak, tapi lupa akan kewajiban
Ada segelintir yang tahu hukum
lalu dilengkapi kepintaran pribadi
Bisa menggunakan alam lingkungan
Mampu mengendalikan sesama saudara
Lalu
jadi berkuasa dan kaya raya
Bahkan
bisa jadikan diri tuan atas sesama
yakin dirinya tuhan atas alam raya
sehingga berbuat apa saja
demi kenikmatan selera pribadinya
Ketika sesama yang setia padanya
mereka jadi sahabat berguna
Bagi yang jadi penghalang
maka harus dibasmi dilenyapkan
Sedangkan isi alam lingkungan
terus dikuras dan dikuasai
demi menumpuk harta dan memuaskan selera
Segala cara bisa dilakukan
Bagi para korban yang menderita
semua terpaksa dijalankan demi bertahan hidup
Lalu
Sang tuan dan tuhan itu
bersama pengikut yang kuasai politik
bersama para pemegang senjata
bersama yang pintar ilmu dan teknologi
Sering dialami sebagai serigala
Sang predator dan penguasa tamak
Lahirlah relasi tak beradab
Ada tuan dan hamba
Ada raja dan rakyat jelata
Ada penjajah dan jajahan
Ada majikan dan para buruh
Ada bos dan anak buah
Ada saudagar pedagang dan budak belian
Ada pemangsa buas dan laskar para korban
Kepadamu para serigala kehidupan
sadarlah nafasmu dan desir darahmu
Mewajibkan dirimu hormati nafas dan desir darah sesama manusia
Ingatlah
kemampuan pribadimu tidak memberi hak untuk menjual nafas sesama
untuk tumpahkan darah orang lain
Demi kepuasan diri pribadimu
Insyaflah…
dirimu pun terlahir dari tanya
dirimu hidup di atas debu tanah
dirimu pun pulang membawa tanya
Kerakusan seleramu
tak bisa batalkan usia
Nafsumu
tak bisa hentikan waktu
Kesombonganmu
tak mampu mengubah hukum alam semesta
Hartamu tak bisa menjawab pertanyaan hakiki diri pribadimu

