“Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah ke luar dari anakmu” (Mrk 7: 29).
Seorang perempuan dari Siro-Fenisia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan dari anaknya. Akan tetapi, permohonannya itu tidak segera dikabulkan oleh Tuhan. Walaupun demikian, perempuan ini tidak menyerah. Ia percaya, bahwa Yesus mau dan dapat menyembuhkan anaknya, maka ia tetap memohon kepada Yesus.
Keteguhan hati perempuan ini mengggerakkan hati Yesus, sehingga Ia melakukan mukjizat. Iman seperti inilah yang harus kita miliki di hadapan Tuhan, yakni tidak mudah menyerah, tapi tetap bertekun memohon pertolongan-Nya dalam kerendahan hati dan percaya secara total pada kuasa belas kasihan-Nya.
Bisa terjadi, seseorang itu datang dan memohon kepada Yesus, tapi tidak dalam kerendahan hati. Ketika Tuhan tidak segera mengabulkan permohonannya, ia tidak mau lagi berdoa dan ke gereja, atau ketika Tuhan ‘menjawab’ doanya tidak seperti yang dia inginkan, tapi dengan cara lain, ‘cara Tuhan’ lalu ia marah kepada Tuhan.
Yesus, tambahlah iman, ketekunan, dan kerendahan hati kami.
Sr. M. Malina, P. Karm
Kamis, 13 Februari 2025
Kej 2: 18-25 Mzm 128: 1-5 Mark 7: 24-30
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

