Pada hari Selasa, 11 Februari 2025, Vatikan menambahkan perayaan Santa Teresa dari Kalkuta ke dalam kalender liturgi Gereja Katolik sebagai peringatan fakultatif setiap tanggal 5 September. Dengan demikian, perayaan Santa Teresa dari Kalkuta akan muncul dalam kalender dan teks liturgi Gereja dengan doa dan bacaan khusus yang akan digunakan dalam Misa dan Ibadat Harian (Brevir). Dekrit penambahan peringatan Santa Teresa dari Kalkuta ke dalam Kalender Liturgi Gereja ini telah disetujui oleh Paus Fransiskus pada tanggal 24 Desember 2024.
Dikenal sebagai Bunda Teresa, Santa Teresa dari Kalkuta adalah seorang biarawati asal Albania yang mendirikan Misionaris Cinta Kasih. Ia meninggal pada tahun 1997 dalam usia 87 tahun setelah menghabiskan sebagian besar hidupnya melayani orang miskin di Kalkuta, India. Ia dikanonisasi oleh Paus Fransiskus pada tahun 2016.
Dekrit yang ditandatangani oleh Arthur Kardinal Roche, ketua Dikasteri untuk Ibadat Ilahi dan Tata Tertib Sakramen, mengatakan, “Dengan menghayati Injil secara radikal dan berani mewartakannya, Santa Teresa dari Kalkuta jadi saksi martabat dan kehormatan pelayanan yang rendah hati. Dengan memilih tidak hanya jadi orang yang terkecil, tapi juga jadi pelayan bagi orang yang terkecil. Ia adalah teladan belas kasihan dan ikon sejati orang Samaria yang baik.”
Jeritan Yesus di kayu salib, “Aku haus” (Yoh 19:28), menusuk hati Santa Teresa,” lanjut dekrit itu. “Jadi, sepanjang hidupnya ia mengabdikan diri sepenuhnya untuk memuaskan kehausan Yesus Kristus akan kasih dan jiwa, melayani-Nya di antara orang-orang yang paling miskin. Dipenuhi dengan kasih Allah, ia memancarkan kasih yang sama dalam ukuran yang sama kepada sesamanya.”
Menurut Kardinal Roche, bacaan pertama yang dipilih untuk Misa peringatan fakultatif Santa Teresa pada tanggal 5 September diambil dari Yesaya 58 tentang puasa yang berkenan pada Allah. Mazmur Tanggapan diambil dari Mazmur 33: “Aku akan memuji Tuhan sepanjang masa.” Sedangkan, Bacaan Injil diambil dari Injil Matius, yang, setelah menyebutkan karya-karya cinta kasihnya, berisi kata-kata luar biasa yang dihayati oleh Santa Teresa: “Segala sesuatu yang telah kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Mat 25: 40).
Bapak Peter Suriadi

