Kisah para murid yang diutus berdua-dua oleh Tuhan Yesus selalu menarik perhatian. Ada saja inspirasi yang didapatkan. Tuhan Yesus tidak mengutus dengan sembarangan atau mencoba-coba. Karena sebelum diutus, mereka sudah disiapkan dengan baik: Pengetahuan, pengalaman iman, dan sikap hidup mereka cukup dan pantas untuk jadi pewarta Sabda-Nya.
Areanya perutusan mereka berbeda-beda: di kota, desa, pinggir pantai, gunung, dan di dekat perbatasan. Semua tempat itu tidak boleh terlewatkan. Setiap orang dijamin pernah mendengarkan Sabda-Nya.
Kenapa berdua-dua? Supaya mereka bisa mendengar dari dua sisi:
- Mendengarkan Sabda Tuhan.
- Mendengarkan pengalaman teman seperjalanannya. Kedua hal itu penting untuk menumbuhkan dan menguatkan pengalaman iman mereka. Faktanya, banyak orang yang suka berbicara, tapi sulit untuk mendengarkan yang lain.
Mereka juga tidak boleh membawa banyak hal. Karena Kabar Baik yang diwartakan. Sedang yang mendengarkan akan jadi orang baik. Jika bertemu dengan orang baik, mereka akan memberi tanpa pernah mengharapkan balasan. Orang baik itu memberi dengan murah hati, sukacita, dan ikhlas.
Jadi tertarik untuk diutus Tuhan? Jangan khawatir, saat ini para sahabat juga diutus di tempat masing-masing.
Tuhan Yesus mengutus kita untuk mewartakan Kabar Baik itu. Dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar. Kita diutus untuk jadi kudus.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

