Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Nosce te Ipsum“
(Kenalilah Dirimu)
Tidak jarang di dalam kehidupan ini, kita akan berpapasan atau bahkan semeja perjamuan dengan tipe manusia sebagai ‘si penggertak’ nan serakah ini.
Ibarat Duduk di Bara Api
Sungguh, tidak merdu didengar oleh telinga, tak nyaman dirasakan di dalam lubuk hati, dan tak sopan ditakar etika, tatkala Anda dan saya mendengar sebuah ocehan menggelegar yang meloncat liar dari bibir culas sang penggertak nan serakah ini. Suasana hidup nyaman jadi terusik seketika, karena merasa tidak nyaman. Keadaan itu laksana kita sedang duduk di atas bara api.
Pembuat Pot Bunga
Seorang Pejabat Italia mendatangi seorang tukang pot bunga yang sedang tekun melakukan pekerjaannya.
“Untuk apa kotak yang sedang kau kerjakan ini?” tanya sang tamu itu. “Untuk membuat sebuah pot bunga, Tuan.”
“Pot ini akhirnya akan diisi dengan tanah, mengapa kau membuatnya dengan susah payah?”
“Saya sangat menyukai sesuatu yang sempurna,” jawab si tukang pot bunga.
“Usahamu ini akan sia-sia. Karena tak seorang pun yang akan memperhatikan kesempurnaannya. Bukankah sebuah pot bunga itu tidak memerlukan kesempurnaan?”
“Tetapi jiwa saya membutuhkannya,” jawab tukang pot bunga. “Apakah Yesus si tukang kayu dari Nazaret itu, juga pernah membuat sesuatu yang lebih rendah daripada kemampuan-Nya?”
Mendengar tuturan sinis dari tukang pot bunga itu, sang pejabat itu jadi tersinggung dan marah.
“Kamu telah menghujat Tuhan! Kamu pantas untuk dihukum cambuk. He, siapakah namamu?”
“Michaelangelo, Tuan,” jawab tukang pot bunga. Hummmmm!
(Purnel Bailey)
Segelas Susu
Cermatilah dengan saksama isi dan amanat dari dialog singkat antara pejabat dengan si tukang pot bunga itu
Siapakah Anda dan Siapa pula Saya?
Lewat tulisan ini, kita diajak untuk berefleksi mendalam agar mampu untuk menemukan, siapakah sejatinya diri saya dan Anda? Siapakah kita ini?
Permasalahan paling mendasar yang sering mengganggu kenyamanan di dalam hidup kita, justru tatkala kita tidak mengenal dan memahami, siapakah sejatinya diri kita? Inilah sebuah lingkaran setan yang meliliti kehidupan kita.
Pribadi si Penggertak nan serakah itu justru terlahir dari kandungan pribadi yang tidak mengenal dirinya sendiri. Dia bersikap angkuh, karena dia tidak mengenal dirinya.
Di sisi lain, sering kali pula pribadi yang melenggok bak seekor burung merak itu adalah sosok pribadi yang rapuh dan sangat dangkal. Ia akan segera bertekuk lutut tatkala dia merasa, bahwa dirinya justru tak sebanding dengan orang lain.
“Siapakan namamu?”
“Michaelangelo, Tuan…”
Seketika suasana itu segera senyap.
…
Kediri, 12 Februari 2025

