(Sumber inspirasi Mat 16: 23).
Pasti sudah dengar istilah pembisik dan penjilat.
Pembisik adalah sebuah istilah yang kerap dilekatkan pada orang-orang yang berada di sekeliling Raja atau penguasa. Mereka tidak mempunyai otoritas untuk membuat keputusan bagi kerajaan atau wilayah kekuasaan, tapi pendapatnya selalu didengar, bahkan diminta oleh para pembuat keputusan itu.
Istilah pembisik memiliki konotasi positif. Perilaku ini lebih didorong oleh rasa hormat dan setia yang sebenarnya. Ingin membantu penguasa dapat lebih tepat dalam mengambil keputusan.
Lain pembisik lain penjilat!
Penjilat adalah orang yang suka memuji atau menyanjung orang lain dengan tujuan mendapatkan keuntungan pribadi. Perilaku ini biasanya dilakukan dengan cara yang tidak tulus.
Istilah penjilat memiliki konotasi negatif. Perilaku ini dianggap tidak tulus dan lebih didorong oleh kepentingan pribadi dibandingkan rasa hormat yang sebenarnya.
Godaan itu di manapun ada, terutama dalam kerajaan dunia ini. Si pembisik ingin mempunyai pengaruh lebih, maka dia bertransformasi jadi penjilat.
Mungkinkah terjadi diwilayah Kerajaan Allah?
Pernah Santo Petrus, kandidat penerus misi Kerajaan Allah, dibentak oleh Gurunya: “minggato setan!” Karena membisikkan sesuatu yang motifnya duniawi.
(Mat 16: 23)
Berat memang untuk bekerja di Kerajaan Allah, ‘tidak dapat upah tapi mudah salah’. Maka, doakan ‘libera nos a malo’ tiap hari.
Salam Sehat.
…
Jlitheng

