Simply da Flores
…
Hitam pekat
warna nasib ribuan petani
diaduk api dibakar terik kehidupan
Dari putih dan wanginya bunga kopi
di antara hijau dedaunan harapan
dalam lebat damba buah kuning dan merah
Dijemur pada hari-hari ketakpastian harkat martabat
terpaksa dijual pada harga yang diatur pemodal dan penikmat
Makan minum dan kebutuhan hidup petani
bukan hanya dengan mengkonsumsi kopi hasil kebunnya
Pahit getir dipanggang bara api tantangan
mengubah warna harapan di tungku
dan wajan tanah liat
coklat hitam peluh keringat perjuangan
Ditumbuk berkali-kali pada lesung problema
Hidup mesti berubah dan berjalan
meski berat dan penuh lara derita
digilas roda zaman yang ganas
Tetapi
digemari dan nikmat di lidah konsumen
dan terus memperkaya pemilik modal
dengan berkreasi tanpa keringat
Dalam hitam pekat anomali kopi
Ribuan sosok petani dijumpai selera konsumen
Jutaan tangan nasib pahit getir
diremas dan digilas angka uang keuntungan
Melebur dalam cangkir, gelas dan teko
dari aneka kemasan warna-warni
Aroma putih bunga sanubari kopi
dibawa angin membelai nafas selera
Kata dan angka jadi pelangi fakta
mengembara mewarnai lembaran zaman
antara air mata dan senyum tawa
Kreasi dan inovasi kopi jadi anomali
Ada label yang diciptakan menggoda
Ada kemasan penuh pesona
Ada iklan terus gemerlap merayu
Aneka campuran terus diproduksi
hasilkan wajah kopi berwarna-warni
Dan
pemirsa berlomba menemukan hasrat diri
ingin menjadi kopi yang mana
ingin puaskan apa seleranya
Mau minum kopi di mana
Biasa merayakan kopi dengan siapa
tak peduli kisah lara petani di sana
Anomali secangkit kopi
mungkin percikan anomali manusia
Ada kisah keterpaksaan dan ketergantungan petani
Ada getir lara derita kaum perempuan
Ada bara api nasib penuh kecemasan
Ada deru roda kehidupan menggilas
Ada selera dan nikmat para konsumen kopi
Ada keuntungan para pedagang dan pemodal
Ada warna-warni perjumpaan kepentingan
Ada seribu tanya dan jawaban bersemi
Mengapa bersahabat dengan hitam dan pahitnya kopi
Mengapa ada nikmat dalam hitam dan pahit anomali kopi?

